Tampilkan postingan dengan label Aktivitas Dalam Memori Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas Dalam Memori Media. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Maret 2018

SATPOL PP SINGKAWANG-BENGKAYANG SIDAK GALIAN C



KomInfo( Rabu, 14 Juli 2010)

Tim Gabungan Satu an Polisi Pamong Praja Singkawang ( SaTPol PP singkawang ) dengan Satuan Polisi Pamong Praja Bengkayang ( SatPol PP Bengkayang) melakukan pembongkaran dan pembakaran terhadap Pondok yang digunakan pekerja penggalian liar untuk beristirahat dilokasi pantai tempat mereka melakukan aktivitas galian C (Pasir) ilegal , di wilayah perbatasan Singkawang-Bengkayang, selasa (13/7) yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP kota Singkawang Karyadi bersama Kasat Pol PP kab. Bengkayang Edward Haris.

Saat petugas tiba dilokasi tidak ada lagi pekerja yang melakukan aktivitas diduga hal ini sudah diketahui sebelumnya bahwa akan diadakan razia, disekitarnya terdapat beberapa bunggukan pasir yang siap di angkut sepertinya aktivitas tersebut dilakukan pada malam hari, selain itu juga beberapa barang milik pekerja yang ditemukan petugas yang masih tertinggal diamankan sebagai barang bukti .



Sementara itu dua truck yang melakukan aktivitas digalian C dilokasi pantai diamankan dipolsek singkawang selatan “truknya kita amankan di polsek singkawang selatan” tegas kasat samapta polres singkawang AKP sunarno kemarin (12/7) yang didampingi oleh kasat intel polres singkawang AKP Oon Sudarman. Dua truk yang ditahan, satu berisi pasir dengan nomor KB 9185 D, dan yang satunya masih kosong dengan nomor KB 9173 CA
Media Center/ www.hubkominfo.singkawangkota.go.id

Satpol PP Siap Tertibkan Pelajar, PNS Mangkir, Walet dan Biliar


Senin, 22 Februari 2010 , 09:40:00


SINGKAWANG -- Setelah sukses melakukan razia gelandangan dan pengemis yang telah mengganggu kenyamanan masyarakat singkawang, Sat Pol PP Kota Singkawang di bawah Komando Karyadi, juga telah mempersiapkan agenda dan pendataan penertiban badan usaha dalam rangka peningkatan PAD Kota Singkawang. Selain itu, Sat Pol PP Kota Singkawang tengah mempersiapkan langkah-langkah penertiban anak-anak sekolah yang sangat marak, di warnet, bilyar, serta tempat-tempat hiburan pada saat jam belajar.

“Berdasarkan keinginan masyarakat, yang menginginkan pelayanan yang optimal dari Pemerintah Kota Singkawang, serta menindak lanjuti penertiban PNS beberapa waktu yang lalu, untuk itu Sat Pol PP Kota Singkawang, telah memprogramkan penertiban PNS yang melalaikan tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Kepala Sat Pol PP Singkawang Karyadi kepada Pontianak Post. “PP nomor 6 tahun 2010 telah menegaskan, bahwa Sat Pol PP mempunyai tugas dan kewenangan dalam penertiban aparatur. Sedangkan Badan Kepegawaian, melakukan pembinaan aparat. Dan inspektorat memberikan sanksi bilamana PNS lalai melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” kata Karyadi menegaskan kembali.

Kata Karyadi, rapat koordinasi persiapan penertiban sudah terjadwalkan. Walaupun kegiatan Sat Pol PP akhir-akhir ini begitu padat. Namun demi tugas dan tanggung jawab, menurutnya, hal tersebut harus tetap dipersiapkan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, profesional dan berkelanjutan. “Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menuntut pelayanan yang cepat dan optimal dari Pemkot Singkawang ini, maka sungguh tidak semestinya pada jam-jam kerja masih ada PNS Kota Singkawang yang malah kongkow-kongkow di warung kopi atau belanja di Pasar Beringin atau Pasar Ikan serta di berbagai swalayan di Kota Singkawang,” tegasnya. Karyadi menjelaskan, menindaklanjuti laporan dan pendataan dari Intelejen Sat Pol PP menemukan beberapa tempat mangkir PNS pada jam-jam kerja. “Sat Pol PP akan segera melakukan penertiban. “Langkah langkah sudah kita persiapkan, agar (razia) tidak bocor dan kita upayakan bilamana Sat Po PP bergerak dalam penertiban tersebut, PNS yang terjaring tidak akan bisa berkilah, lari dan membohongi petugas,” tegas Karyadi.

Menurut dia, evaluasi dalam penertiban PNS beberapa waktu yang lalu, dimana PNS yang terjaring dan dilakukan pendataan oleh petugas di tempat kejadiaan menjadi tontonan gratis di tengah-tengah masyarakat. “Hal ini membuat malu pada PNS yang tertangkap, maka dari itu Sat Pol PP dalam penertiban kali ini akan berupaya PNS yang ditertibkan, kita angkut dan kita data di kantor Sat Pol PP supaya tidak menjadi tontonan masyarakat,” imbuh Karyadi. Menurutnya, guna kelancaran penertiban tersebut, Sat Pol PP akan tetap berkoordinasi dan bergabung dengan Polres Singkawang dan TNI dalam setiap penertiban. Hal tersebut sebagai bentuk kekompakan dan kerjasama yang harmonis sesama aparat di Kota Singkawang.

“Selanjutnya, bila ada kendaraan milik Pemkot Singkawang yang juga dipakai belanja dan di parkir di pasar atau di warung kopi pada jam kantor, sedangkan PNS-nya ngumpet, maka kendaraan itu akan kita angkut ke kantor juga,” tegasnya. Anggota Sat Pol PP dalam penertiban mendapat pembekalan khusus juga akan tetap bertindak tegas, profesional dan santun serta tidak akan pandang bulu dan tidak akan membedakan. “Apakah itu guru, dokter, staf maupun pejabat eselon II, III maupun IV bila terjaring dalam penertiban ini akan diperlakukan sama,” katanya. Karyadi berharap, bila pergi kemanapun pada saat jam-jam kerja agar membawa surat tugas atau surat lainnya yang berlaku sebagaimana mestinya.

Selain penertiban di tempat umum, Sat Pol PP juga telah mempersiapkan berbagai langkah penertiban PNS pada jam kerja di kantor-kantor. Lanjut Karyadi, karena menurut intelejen Sat Pol PP banyak ditemukan PNS yang tinggalnya di luar Kota Singkawang, hari Senin datangnya terlambat. Sedang hari Jum’at atau hari kejepit, PNS tersebut dengan enaknya tanpa ada rasa malu pulang ke kampung halamannya, sedangkan rekan-rekannya masih dengan rajinnya tetap melaksanakan tanggung jawab, dalam melayani masyarakat Singkawang. “Untuk itu sudah selayaknya PNS tersebut kita tertibkan,” tegasnya. “Dalam waktu dekat ini kami segera akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP Sambas dan Bengkayang yang banyak ditemukan pada jam-jam kerja. PNS tersebut santai-santai di Kota Singkawang. Karena dalam pendataan akhir-akhir ini kami dibuat terkecoh.

Di enam titik tempat PNS berkumpul, informasi dari sumber Sat Pol PP, mengatakan banyak PNS Singkawang berkumpul di tempat tertentu. Namun setelah anggota kami mendekat, mereka jadi tersenyum masam, sebab tempat tersebut tempat kumpulnya PNS kabupaten tetangga,” pungkas Karyadi. Sementara itu, salah satu warga yang enggan namanya dikorankan, menyambut baik, langkah yang akan ditempuh oleh Sat Pol PP Kota Singkawang. Dia menilai, masalah tersebut memang sudah lama terjadi. “Jadi, jangan dibiarkan. Karena aparat pemerintah digaji dengan uang negara. Sudah seharusnya mereka memberikan pelayanan yang terbaik, kepada masyarakat. Bukan malah sebaliknya, minta dilayani dan selalu nongkrong di luar kantor, pada saat jam-jam kerja,” katanya. Ia menambahkan, jika PNS mangkir, dan nongkrong di luar kantor pada jam-jam kerja, maupun pulang kampung seenaknya, maka akan mengganggu kreativitas dan mentalitas aparat pemerintah itu sendiri. “Beri tindakan tegas dan efek jera. Agar ini tidak selalu terulang. Kita ingin Pemkot Singkawang benar-benar bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tuntasnya. (ody)
www.pontianakpost.com

Sat Pol PP Bubar Sama Janda


SingkawangSATUAN Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Singkawang ternyata tak hanya garang saat mengawal Peraturan Daerah (Perda) dan kebijakan pemerintah saja. Tetapi juga memiliki rasa humanis yang tinggi. Ini dibuktikan, Sat Pol PP menggelar buka bersama (bubar) bersama janda-janda institusi tersebut, Jum’at (3/8).

“Kita akan menggelar buka bersama, Jum’at (3/8),” tegas Kepala Sat Pol PP Kota Singkawang Karyadi kepada Pontianak Post kemarin. Ia menambahkan, bahwa bubar itu akan dilaksanakan di Markas Sat Pol PP, Jalan Firdaus Rais Singkawang Barat. Tak hanya para personil saja yang diundang, tetapi Sat Pol PP akan melibatkan janda-janda eks pegawai maupun pejabat di lingkup Sat Pol PP Kota Singkawang sebelumnya.

Hal ini dimaksudkan Karyadi untuk menghargai jasa-jasa para suami janda itu, yang telah membesarkan dan membuat Sat Pol PP bisa eksis seperti sekarang ini. “Kita akan buka bersama dengan para janda-janda yang suaminya adalah para pendahulu di Sat Pol PP. Kita akan selalu mengingat dan mengenang jasa mereka,” kata suami dari Istri Handayani, Kabid Infokom, Dishubkominfo Singkawang ini.

Selain buka puasa bersama, rencananya Sat Pol PP Singkawang juga akan memberi tali asih kepada para janda-janda tersebut. Ini dikarenakan untuk mengenang jasa dan budi baik para pendahulu Sat Pol PP Kota Singkawang. Jelang akhir lebaran, kegiatan buka puasa banyak dilakukan. Selasa (31/8) lalu, selain di Kediaman Wakil Wali Kota Singkawang, di Jalan M. Suni 2 Condong, Singteng kantornya Aliansi LSM Perintis Singkawang juga menggelar buka bersama. Syafiuddin Sekjen Aliansi LSM Perintis mengatakan, buka puasa bersama ini dilaksanakan bersama anak yatim piatu. (ody)

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=38484
http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=1137

Minggu, 04 Januari 2015

Adipura Perlu Peran Semua Pihak

SINGKAWANG. Piagam Adipura menjadi rebutan berbagai daerah karena dianggap sangat bergengsi. Kota Singkawang bertekad mendapatkan penghargaan tersebut. “Dengan adanya surat edaran Walikota No.660/879/ASDA tentang kebersihan lingkungan kantor, perumahan, pusat pasar, dan pertokoan, berbagai pihak harus menjaga kebersihan di Kota Singkawang. Hal tersebut dilakukan guna meraih prestasi perolehan Adipura tahun 2013-2014,” kata Drs Karyadi MSi, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Singkawang, Senin (11/11).
Adipura merupakan penghargaan nasional dari pemerintah pusat kepada daerah yang dianggap dapat menjaga lingkungannya. “BLH Kota Singkawang telah melakukan koordinasi dengan berbagai SKPD, serta instansi terkait, serta berbagai organisasi kemasyarakatan guna meraih penghargaan Adipura di Kota Singkawang,” kata Karyadi Ia menuturkan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan BLH Kalbar seiring pointer penilaian serta objek yang dinilai di Kota Singkawang. Termasuk koordinasi secara berkelanjutan tentang langkah persiapan perolehan penilaian agar optimal. “Masyarakat juga ikut terlibat langsung penanaman pohon, juga berharap tanaman yang telah kita tanam dapat dirawat, disiram dan di jaga dengan baik. Janganlah ada tangan jail mencabut tanpa rasa berdosa. Tentunya kita ingatkan bersama,” tuturnya.
Karyadi menjelaskan kepada seluruh PNS di Kota Singkawang dapat menjadi pelopor pencinta lingkungan. Hal itu bisa dilakukan dengan rela menanam minimal dalam sebulan satu pohon secara rutin, maka akan tertanam 4000 lebih satu tahun, dengan demikian PNS Kota Singkawang dapat menyumbang hijau kota ini. “Kita juga turut selalu mendukung lurah dan camat yang telah mensosialisasikan warganya agar menyediakan tempat sampah, mengecat apalagi di daerah pertokoan. Kita berharap pertokoan untuk turut peduli dengan menjaga pot bunga atau tempat sampah yang telah dibagikan Pemkot karena nyaris semuanya pot sudah hancur, hilang, dan pohonnya banyak yang mati,” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan pada tempat usaha, pertokoan, restoran, PKL, dan, hotel agar dapat menjaga kebersihan tempat usahanya, jangan lagi kebiasaan membuang sampah atau bekas makan di selokan. “Tentunya kita akan terus awasi kebiasaan buang limbah seenaknya jangan sampai mengganggu lingkungan. Kalau tertangkap akan kita pertimbangkan kelayakan izin lingkungannya,” ucapnya.
Menurutnya kepedulian dari diri untuk cinta kebersihan dan mencintai lingkungan jati diri yang diharapkan. Karena dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman dan hijau merupakan tanggung jawab semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat. “Saya berharap seluruh lapisan masyarakat harus bisa menjaga kebersihan lingkungan di Kota Singkawang, baik itu pertokoan, restoran, hotel termasuk masyarakat. Karena kita ingin Kota Singkawang menjadi lebih bersih,” ujarnya. (dny) http://www.pontianak-times.com/singkawang/121113/adipura-perlu-peran-semua-pihak

Budaya Jawa Terpatri di Kota Singkawang

Posted on 01.58 by Mordiadi SINGKAWANG. Budaya Jawa begitu terpatri di Kota Singkawang. Hal tersebut di antaranya dapat dilihat di Kelurahan Mayasopa, Kecamatan Singkawang Timur. Suasana budaya Jawa sangat kental, mulai dari bahasa hingga seninya seperti Kuda Lumping dan Reog Ponorogo.
Kekentalan budaya Jawa di Kota Singkawang tampak jelas ketika kegiatan silaturrahmi antara Paguyuban Seni Budaya Bhinneka Tunggal Ika Nusantara dengan Walikota Singkawang, Dr Kanjeng Raden Aryo (KRA) Hasan Karman Notohadiningrat di kediaman Wardi, warga kelurahan Mayasopa, Minggu (10/7). Kedatangan Walikota Hasan Karman diterima dengan suguhan Tari Kuda Lumping dan Reog Penorogo dari kelompok Borneo Indah Paguyuban Bhinneka Tunggal Ika Nusantara.
Ketua Umum Paguyuban Bhinneka Tunggal Ika Nusantara, Karyadi mengatakan silaturahmi tersebut merupakan tanda syukur atas anugerahkan yang diterima Hasan Karman dari Kesultanan Surakarta Hadiningrat. "Ini merupakan mangayu bagyo (tanda sukur dan ikut berbahagia) dari keluarga besar Paguyuban Seni Budaya Bhineka Tunggal Ika Nusantara atas anugerah keningratan yang telah diberikan Karaton Surakarta Hadiningnrat kepada Walikota Singkawang, berupa penganugerahan Kanjeng Raden Ario. Sekaligus upaya memetri atau menjaga dan memelihara budaya Jawa di Kota Singkawang," kata Karyadi Dia mengharapkan KRA Hasan Karman dapat menjadi Pembina Paguyuban Seni Budaya Bhineka Tunggal Ika Nusantara dan mengambangkan seni budaya di Kota Singkawang.
Di tempat yang sama, Walikota Singkawang, KRA Hasan Karman Notohadiningrat mengatakan, gelar yang dianugerahkan kepadanya merupakan amanah dan menjadi tanggung jawab. "Sebagai pemegang amanah berkewajiban untuk menumbuhkembangkan budaya di Kota Singkawang, untuk terus dijaga dan dilestarikan. Sesuai dengan nama notohadiningrat yang diamanahkan, adalah untuk menata," jelas Hasan Dia juga menghimbau masyarakat untuk tidak melupakan akar budayanya, berkoordinasi dengan baik dalam hubungan kerja dan sosial. "Mari kita galang kebersamaan dalam mendukung pembangunan," ajak Hasan. Dalam silaturahmi itu, Hasan terlihat menikmati tari-tarian Jawa yang menjadi sajian hiburan. Selanjutnya, dengan spontan dia akan menyumbang dan mendatangkan satu set Topeng Reog untuk digunakan kelompok Borneo Indah.
Ketua TP-PKK Kota Singkawang Ny Elisabeth Majuyetty (Emma) yang juga hadir dalam kesempatan silaturahmi tersebut juga akan menyerahkan bibit pohon Matoa untuk di tanam di Seluang. Sementara itu, salah seorang pengurus paguyuban menceritakan, solidaritas dan kebersamaan yang terus dijaga antarwarga masyarakat dilakukan dengan menggelar arisan bulanan. "Sehingga saling bertemu dan bertatap muka, selain itu kami mengajarkan tari reog kepada anak-anak, reog Borneo Indah tetap eksis hingga sekarang, sering kali kami diundang untuk mengisi acara-acara," katanya. (*) http://mordializm.blogspot.com/2011/07/budaya-jawa-terpatri-di-kota-singkawang.html

Aneh, Air Sungai Singkawang Berwarna Pink

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Ada pemandangan tak lazim yang membuat warga Singkawang beberapa hari ini membicarakan sungai Singkawang. Pasalnya, sungai yang membelah kota Singkawang itu airnya berubah menjadi warna merah muda atau pink. Seperti yang diungkapkan seorang warga, Redi Mahardika, air sungai yang biasanya berwarna coklat cenderung hitam pekat dan berbau tak sedap ini sudah empat hari terakhir berubah warna jadi pink. “Air sungai ini benar-benar berwarna pink, entah apa yang menyebabkannya tidak seorang pun yang mengetahuinya. Padahal saya tiap hari lewat melintas jembatan diatas sungai ini,” kata Redi, Minggu (3/8/2014) ketika sedang menyaksikan dipinggir sungai.
Menurut Redi dan beberapa rekan lainnya, pemandangan janggal ini menarik perhatian. Tetapi tidak ada yang berani menyentuh air tersebut, karena tidak diketahui apakah berbahaya atau tidak. Warna air sungai itu juga menjadi perhatian warga yang melintas di jembatan yang menghubungkan Jalan Merdeka dengan Jalan Pemuda. Beberapa di antara mereka mengaku, selama ini tidak memerhatikan sungai yang membelah Kota Singkawang tersebut, tetapi karena warnanya menjadi pink, mata pun kerap tertuju ke aliran sungai tersebut. “Entah zat apa yang mencemari air sungai ini. Walaupun berwarna pink, tapi tidak ada bau yang aneh dikeluarkannya,” ujar warga yang kebetulan melintas dan berhenti dipinggir sungai.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Singkawang, Drs Karyadi Msi mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti apa yang menyebabkan warna Sungai Singkawang berwarna pink. “Kemungkinan dikarenakan adanya tercemar zat-zat tertentu. Nanti akan kita ambil sampelnya untuk diperiksa laboratorium,” ujar Karyadi. Lebih lanjut Karyadi juga belum bisa memastikan, apakah air sungai yang berwarna pink itu berbahaya bagi warga atau tidak. “Kita tetap mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air warna pink tersebut, bahkan sebisa mungkin jangan sampai bersentuhan dengan kulit,” ujarnya. http://regional.kompas.com/read/2014/08/03/21223041/Aneh.Air.Sungai.Singkawang.Berwarna.Pink.

Singkawang Diapresiasi Kemen LH

SINGKAWANG – Kota Singkawang mendapat apresiasi Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) dalam penanganan sampah. Kota Amoy ini dinilai bersih, asri, dan jauh dari tumpukan sampah. “Kita patut bersyukur. Ini semua berkat kerjasama semua pihak, dukungan masyarakat dan pemerintah,” kata Drs Karyadi MSi, Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Singkawang kepada wartawan, Selasa (9/9) lalu.
Karyadi menjelaskan, apresiasi dari Kemen LH tersebut disampaikan ketika Deklarasi Bersih dari Sampah seluruh Kalimantan 2020 di Balikpapan, belum lama ini. “Deklarasi tersebut dihadiri seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Kalimantan,” katanya. Singkawang dinilai bersih dari sampah, di antaranya karena tidak ada tumpukan sampah berhari-hari atau tidak diangkut. “Kemen LH mengharapkan hal ini terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Karyadi. Seluruh warga Singkawang tentu tidak menginginkan wisatawan menilai kalau Singkawang ini jorok, bau dan tumpukan sampah dimana-mana. “Alhamdulillah Singkawang jauh dari penilaian seperti itu,” papar Karyadi. Untuk mencapai target bebas dari sampah pada 2020, jelas Karyadi, Kemen LH memiliki beberapa program. “Salah satunya, Pemkot diminta untuk membina masyarakat agar terlibat dalam pembentukan Bank Sampah,” ungkapnya. Menurut Karyadi, Bank Sampah ini banyak manfaatnya. Diantaranya di bidang kesehatan. “Nanti berobat kemana saja tidak harus membayar dengan uang, tetapi dengan sampah,” katanya. Selain itu juga dipersiapkan Asuransi Sampah. Program seperti ini, sudah ada yang melaksanakannya. Diharapkan Singkawang juga dapat segera menerapkannya. “Dengan program-program seperti ini, sampah tidak hanya menjadi barang habis pakai yang dibuang. Tetapi ada nilai lebihnya. Bisa dikelola pecinta lingkungan, pihak-pihak lainnya. Sehingga sampah juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Karyadi.
Program seperti ini, kata Karyadi tentu berdampak pada kebersihan lingkungan. Dengan kata lain, dapat mendukung kota bebas dari sampah. “Tentu juga melalui upaya-upaya lainnya,” ucapnya. Upaya-upaya lainnya itu sedang dilakukan beberapa instansi di Kota Singkawang. Diantaranya Pasukan Kuning yang rutin mengangkut sampah, Pemadam Kebakaran yang membersihkan selokan. “Peran aktif masyarakat juga sangat diperlukan,” kata Karyadi. BLH, tambah dia, juga selalu aktif turun ke lapangan, menindaklanjuti laporan warga, mengingatkannya untuk tidak sembarangan membuang sampah serta menginventarisir permasalahan sampah. Hasil pantauan BLH, ungkap Karyadi, ditemukan beberapa persoalan sampah ini. “Diantaranya ada salah satu Rumah Sakit swasta, lingkungan di dalam layanan kesehatan itu bersih tetapi di sekitarnya ada warung yang membuang limbah sembarangan,” katanya. BLH pun segera mengingat pihak rumah sakit untuk menyikapi hal tersebut dan meminta pemilik warung untuk tidak sembarangan membuang limbahnya. Karena limbah itu menebar aroma tidak sedap. Selain itu, ungkap Karyadi, BLH juga menemukan limbah yang menutup parit di sekitar Masjid Raya Singkawang. “Kita pun mengimbau masyarakat sekitarnya, RT untuk membersihkan lingkungan masjid itu dengan tidak sembarangan membuang sampah,” ucapnya. Ini, kata Karyadi, hanya beberapa contoh dari action BLH untuk membersihkan Singkawang dari sampah. “Terpenting itu kerjasama semua pihak untuk peduli pada kebersihan kota. Kita berharap tidak ada lagi sampah menumpuk di pojok jalan, komplek perumahan tanpa tempat pembuangan sampah dan lainnya,” pungkasnya. (dik) Sumber : http://rkonline.id/singkawang/singkawang-diapresiasi-kemen-lh

Kamis, 30 Juni 2011

Pol PP Minta Panti Sosial

SINGKAWANG, Tribunpontianak.co.id- Sat Pol PP Kota Singkawang berharap adanya panti sosial untuk menampung gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Seribu Kelenteng.

"Intinya Satpol PP Kota Singkawang siap menangkap gepeng yang beroperasi di wilayah Singkawang. Tapi setelah itu mau dikemanakan, itu yang belum ketemu solusinya," ungkap Kasat Pol PP Kota Singkawang, Karyadi, kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (07/06/2011).

Selama Mei hingga awal Juni, Sat Pol PP telah berhasil menangkap 14 gepeng dan 11 pencari sumbangan tanpa izin. Setelah didata, semuanya langsung diantar ke bus dan diminta pulang ke daerah asalnya masing-masing.

Karyadi mengatakan, dengan keterbatasan yang ada, hanya itulah yang bisa dilakukan oleh Sat Pol PP Kota Singkawang. Tindakan itu, diakuinya belum cukup ampuh, karena terbukti ada gepeng yang kemudian kembali lagi beroperasi di Singkawang.

Andai ada panti sosial yang menampung pengemis, kata Karyadi, maka di tempat itulah Sat Pol PP akan membawa gepeng yang tertangkap.

"Panti sosial itu fungsinya membuat orang yang tidak produktif menjadi produktif. Mereka dibina dalam waktu yang cukup lama di panti sosial," jelasnya.

Penulis : M Arief Pramono
Editor : Marlen Sitinjak
Sumber : Tribun Pontianak

Pol PP Datang, Pekerja Lari Pontang-panting Penertiban Galian C di Pasir Panjang

Jumat, 12 Februari 2010


SINGKAWANG. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang bersama Dinas Bina Marga, SDA dan ESDM Kota Singkawang, Rabu (10/2) pagi menggelar penertiban terhadap aktivitas galian C di kawasan antara Palm Beach dan lapangan tembak. Seperti biasa, ketika dirazia para pekerja lari pontang-panting hingga masuk ke hutan.

Kepala Satpol PP Kota Singkawang Karyadi kepada Equator, Rabu (10/2) membenarkan adanya razia. “Saat kita masuk ke lokasi, para pekerja lari pontang-panting. Karena lokasinya terlihat dari jalan raya, maka mereka bisa melihat kedatangan petugas,” katanya.

Suami dari Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi (Infokom) Dishubkominfo Kota Singkawang Istri Handayani ini menjelaskan, Satpol PP menurunkan dua regu dalam razia yang dipimpin Kasi Ops Satpol PP Usman BS.

Penertiban yang dilakukan Satpol PP bersama dinas terkait merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat, bahwa ada aktivitas galian C disana. Lalu diterjunkan anggota ke lokasi di tengah hujan deras. Berdasarkan informasi dari petugas Satpol PP, mereka hanya berhasil menyita barang-barang milik para pekerja.

“Kita sita beberapa alat yang dipakai untuk tempat tinggal sementara. Juga alat makan dan minum mereka,” tegas Karyadi.

Ia mengarahkan kepada petugas agar tegas dalam melakukan penertiban, selain tentunya tetap melakukan dengan tindakan persuasif dan humanis. Karyadi melanjutkan, penertiban ini juga untuk menindaklanjuti peraturan Walikota (Perwako) Nomor 44 tahun 2009. “Satpol PP siap mengamankan aturan perundang-undangan, dan kebijakan dari Pemkot Singkawang. Kita berharap masyarakat juga ikut terlibat, karena ini untuk kepentingan kita semua,” pungkas Karyadi.

Ia menambahkan, beberapa masyarakat yang ditemui di sekitar lokasi meminta tim Satpol PP agar melakukan sosialisasi mengenai bahaya kerusakan lingkungan. “Diharapkan masyarakat membantu dan melaporkan ke Satpol PP,” kata Karyadi.

Di tempat terpisah, Kasi Ops Satpol PP Kota Singkawang Usman BS mengungkapkan, dari kejauhan para pekerja sudah melihat kedatangan petugas. Begitu petugas mendekat lanjut Usman, para pekerja langsung melarikan diri.

“Pekerja sudah tahu kedatangan kami. Begitu kami masuk mendekat ke lokasi, mereka langsung lari. Dari kejauhan kelihatan mereka melarikan diri. Mereka lari masuk ke dalam hutan,” kata Usman.

Petugas tidak berhasil menangkap para pekerja karena kabur. Truk yang sedang memuat pasir juga tak ada yang diamankan. “Sepertinya mereka memiliki mata-mata di depan memberitahukan ada kedatangan petugas, sehingga tidak ada truk yang masuk,” kata Usman.

Lokasi yang dirazia kali ini adalah, antara perbatasan Palm Beach Singkawang dan lapangan tembak. Kurang lebih 400 meter dari jalan raya. Penertiban dimulai pukul 09.00 hingga 11.00.

Seperti pernah diberitakan, Kadis Bina Marga, SDA dan ESDM Kota Singkawang Rasiwan menegaskan, sudah ada lima lokasi yang dilegalkan untuk galian C. Hal ini berdasarkan Perwako Singkawang nomor 44 tahun 2009.

Lima lokasi dan jenis tambang galian C legal di Singkawang, yakni jenis pasir seluas 36 hektar di belakang Dodiklat Kecamatan Singkawang Selatan (Singsel), tanah merah di Jalan Baru di belakang Taman Rekreasi Teratai Singkawang Barat seluas 24 hektar. Kemudian, tanah merah di dekat Hang Moi Pasar Kulor Kecamatan Singkawang Timur (Singtim) seluas 8 hektar.

Selanjutnya, untuk tanah merah di Kaliasin Luar Kecamatan Singkawang Selatan (Singsel) seluas 8 hektar. Serta untuk jenis tambang batu granit ada di Naram Hulu Kecamatan Singkawang Utara (Singut) seluas 2 hektar. “Di luar ketentuan, berdasarkan SK Wali Kota adalah ilegal,” tegas Rasiwan beberapa waktu lalu. (oVa)/www.equator-news.com
Diposkan oleh Sekapur Sirih Kasat Pol PP di 06:10
Label: razia galian c

Razia Sat Pol PP Dapat Dukungan

Jumat, 05 Maret 2010 08:23

Langkah yang dilakukan Sat Pol PP Kota Singkawang dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan razia di lokasi penambangan bahan tambang golongan C mendapat dukungan.

Salah satu dukungan berasal dari Ketua DPRD Kota SIngkawang Tjhai Chui Mie.Menurutnya Sat Pol PP dalam mengambil tindakan supaya tidak ragu-ragu, dalam menerapkan aturan harus bersikap tegas. “Bertindaklah sesuai dengan aturan yang berlaku baik yang telah ditetapkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah’ tambah Chui Mie.

Terkait indikasi adanya keterlibatan pihak- pihak yang seharusnya memberi contoh dalam melestarikan lingkungan hidup yang justru malah ikut terlibat dalam kegiatan penggalian bahan tambang golongan C politisi Partai PIB ini mengingatkan Sat Pol PP agar bertindak tegas. Dikatakannya “jangan lihat siapa yang melakukan, bertindak sesuai dengan aturan dan jangan pandang pulu” tegasnya member dukungan.

Apa yang sampaikan Tjhai Chui Mie tentu dapat dimaklumi mengingat kegiatan penambangan bahan tambang golongan C di Kota SIngkawang sudah pada tingkat yang mengkhawatirkan. Dengan kedudukannya sebagai Ketua DPRD mengharuskannya mengatakan demikian karena dia bersama Walikota Singkawang juga ikut melaksanakan fungsi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Hal ini telah diatur dalam Pasal 19 ayat 2, UU 32 Tahun 2004 dinyatakan bahwa penyelenggara pemerintahan daerah adalah pemerintahan daerah dan DPRD. Dengan demikian hubungan antara Pemerintah Dearah dan DPRD merupakan mitra sejajar yang sama-sama melakukan tugas sebagai penyelenggara pemerintahan daerah.

Hubungan tercermin dalam pembuatan kebijakan daerah yang berupa Peraturan Daerah. Dengan demikian antara kedua lembaga tersebut harus membanguan hubungan yang saling mendukung bukan merupakan lawan atau pesaing dalam melaksanakan fungsi masing-masing.(PDE)

42 Pelajar Terjaring Razia Satpol PP

Selasa, 9 Maret 2010 11:46 Mujidi

Tiga pelajar yang sedang bermain bola billiard di kawasan Pasar Baru Singkawang lari tunggang langgang saat melihat belasan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Singkawang yang menggelar razia pelajar, Senin (8/3).
Tiga pelajar yang sedang bermain bola billiard di kawasan Pasar Baru Singkawang lari tunggang langgang saat melihat belasan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Singkawang yang menggelar razia pelajar, Senin (8/3).



Dari razia tersebut, sebanyak 42 pelajar dari 15 sekolah mulai dari SD, SMP, dan SMA. Dari puluhan pelajar itu, separuhnya merupakan pelajar dari bebeberapa SMA di Kota Singkawang.

Razia dilaksanakan sekitar pukul 10.00, Senin (8/3). Selain di tempat permainan billiard, razia pelajar difokuskan pada lokasi lokasi tertentu seperti warnet, serta lokasi hiburan lainnya. Pelajar yang dijaring adalah pelajar yang masih menggunakan seragam sekolah.

Pelajar yang terkena razia kemudian diangkut ke Kantor Sat Pol PP di Komplek Lapangan Sepak Bola Kridasana Kota Singkawang. Para pelajar kemudian diminta untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak bolos sekolah.

Kasat Pol PP Kota Singkawang, Karyadi, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, mengatakan razia pelajar yang dilaksanakan merupakan penunjang belajar mengajar siswa menghadapi ujian nasional yang akan dilaksanakan pada pertengahan Maret mendatang.

“Dalam razia ini, kita fokuskan kepala pelajar yang bolos sekolah. Pelajar yang bermain di warnet, biliard, ataupun dilokasi lokasi umum lainnya” kata Karyadi seraya mengatakan lokasi yang dirazia tersebut sesuai dengan data yang diperoleh intelijennya.

Oleh Pol PP, data para siswa yang terazia akan diserahkan ke sekolah masing masing. Data juga akan diserahkan kepada dinas pendidikan untuk ditindak lebih lanjut.

Karyadi mengatakan, selain merazia para pelajar, dalam kegiatan itu Sat Pol PP juga meminta kepada para pengelolah warnet untuk mendukung razia yang dilakukan.

“Para pengelolah kita pinta untuk tidak menerima siswa yang menggunakan seragam sekolah,” terang Karyadi.

Bila siswa itu bertujuan untuk mencari bahan yang ditugaskan para guru, maka siswa itu harus didampingi guru yang memberi tugas.

“Untuk mendampingi siswa, guru bersangkutan juga harus berbekal surat dari kepala sekolah,” kata Karyadi menegaskan.

Sementara itu, Asmadi, perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Singkawang yang datang ke Kantor Sat Pol PP setelah razia digelar mengatakan tidak tahu menahu dengan razia yang dilakukan. Asmadi mengaku datang karena diperintakan atasannya. Terkait dengan razia pelajar itu, Asmadi mengaku tidak dapat memberikan komentar.

“Ada yang lebih berkompeten untuk memberikan penjelasan,” kata Asmadi kepada wartawan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Sat Pol PP Kota Singkawang, siswa yang terjaring sebanyak 42 orang. Dari semua itu, sebanyak 25 orang untuk tingkat SMA dan SMK, yang terdiri dari SMAN 5, SMAN 2, SMA Tsafioeddin, SMKN 1 Singkawang, serta SMK Pratiwi.

Data Razia
Jumlah Pelajar Keseluruhan : 42 Orang
Pelajar Laki Laki : 38 orang
Pelajar Perempuan : 4 Orang

Jumlah sekolah : 15 Sekolah
SD : 4 Sekolah
SMP : 6 Sekolah
SMA : 3 Sekolah
SMK : 2 Sekolah

Data Siswa Persekolah
SDN 02 Singkawang Tengah : 1 Orang
SDN 13 Singkawang : 1 Orang
SD Sumbertani A : 3 Orang
SD Karunia : 1 Orang

SMP Al Maarif : 1 Orang
SMPN 13 Singkawang : 1 Orang
SMP Torsina : 4 Orang
SMPN 5 : 3 Orang
SMP IT Masjid Agung : 1 Orang
SMP Era Pembangunan : 1 Orang

SMA Tsafioeddi Singkawang : 9 Orang
SMAN 5 Singkawang : 6 Orang
SMAN 2 Singkawang : 4 Orang

SMKN 1 Singkawang : 5 Orang
SMK Pratitiwi : 1 Orang
http://www.borneotribune.com/singkawang/42-pelajar-terjaring-razia-satpol-pp.html

Satpol PP Singbebas Jalin Kerjasama

Rabu, 20 April 2011 11:18 Nurmala Sari

Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Satpol PP terutama di Singkawang, Bengkayang dan Sambas (Singbebas) telah diadakan beberapa kerjasama yaitu selain kerjasama sesuai dengan tupoksi juga kerjasama dalam bentuk pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan sumber daya manusia di Satuan Polisi Pamong Praja.

Hal di atas diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang, Karyadi, Selasa, (19/4). Dari hasil pertemuan yang dilakukan Kepala Satpol PP baik di Provinsi Kalimantan Barat maupun di kota Singkawang, oleh Kepala Satpol PP Singbebas.

“Saya diminta sebagai Satpol PP Singkawang untuk memberikan pengajaran dan pelatihan terkait dalam meningkatkan peranan sebagai Satpol PP dan kegiatannya sekarang sedang berlangsung di Dodik Pasir Panjang Kota Singkawang,” kata Karyadi.

Menurutnya hal ini penting karena Satpol PP merupakan salah satu alat negara khususnya pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi penegakan Perturan Daerah (Perda), pemeliharaan stabilitas ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Selain itu juga, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 maupun PP Nomor 62 tahun 2010 maka Satuan Polisi Pamong Praja memiliki tugas membantu Kepala Daerah dalam menegakkan Perda maupun ketertiban umum dan ketemtraman masyarakat.

“Tugas Satpol PP ini mencakup lima poin yaitu yang pertama penegakan Perda 30 persen, yang kedua meyelenggarakn ketertiban umum 20 persen, yang ketiga memelihara ketentraman masyarakat 20 persen, yang keempat memberikan perlindungan masyarakat 20 persen dan yang kelima melaksanakan tugas lain yang diberikan Petugas Daerah, Keputusan Kepala Daerah 10 persen jadi total 100 persen,” tambah Karyadi.

Adapun kewajiban Satuan Polisi Pamong Praja menjunjung tinggi norma hukum , agama dan Ham serta norma sosial lainnya dilingkungan masyarakat. Yang kedua mentaati disiplin PNS dan kode etik pol pp, membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat yang dapat menggangu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, melporkan kepada Polri atas ditemukannya atau patut diduga adanya tindakan pidana, menyerahkan kepada PPNS Daerah atas ditemukannya atau patut diduga adanya pelanggaran terhadap perda atau Peratuaran Kepala Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja wajib mengikuti pendidikan dan pelatiahan teknis dan fungsional Satuan Polisi Pamong Praja serta Satuan Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas fungsinyanya wajib menerapkan prinsip berkoordi dan intergrasi baik secara vertikal maupun horizontal.

Setiap pimpinan operasi dalam lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi/Kabupaten/Kota bertanggung jawab memimpin, membimbing, mengawasi, memberikan petunjuk bagi pelaksanaan tugas dan wewenang dan bila terjasdi penyimpanagn dapat mengambil langkah yang diperluikan sesuai ketentuan Perundang-undangan setiap unsur pimpinan pada unit kerja wajib mengikuti dan mengetahui petunjuk dan bertanggung jawab pada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

“Materi-materi ini merupakan materi yang akan disampaikan dalam mengisi acara pelatihan sumber daya manusia di Satuan Polisi Pamong Praja yg baru menjadi Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkayang,” pungkas Karyad
http://borneotribune.com/singkawang/satpol-pp-singbebas-jalin-kerjasama.html

Pengemis Asal Jatim Ditangkap Satpol PP


Patroli ›
Senin, 2 Mei 2011

Singkawang –

Pengemis asal Sumenep, Jatim, Musahal menangis tersedu-sedu saat tertangkap basah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang, sedang meminta-minta ke rumah warga. Bahkan, pria berusia 45 tahun tersebut menyalami dan mencium tangan petugas dan wartawan.

“Pengemis ini ditangkap beserta uang hasilnya mengemis dengan pecahan minimal Rp 1000,” ungkap Karyadi, Kepala Satpol PP Kota Singkawang ditemui wartawan usai penangkapan tersebut, kemarin (1/5).

Ketika petugas tiba, Musahal sontak kaget dan berupaya kabur dari sergapan. Tetapi dengan sigap petugas Satpol PP berhasil membekuk kakek berbadan segar bugar tersebut.

“Kita mendapatkan informasi dari warga yang resah dengan keberadaan pengemis dari luar Kota Singkawang itu dan meminta agar segera ditertibkan. Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung dikirim untuk menangkapnya,” kata Kasatpol PP Karyadi.

Setelah diamankan, petugas berupaya menanyakan identitas dan sejak kapan beroperasi di Singkawang. Tetapi kakek tersebut malah menjawab bukan dengan Bahasa Indonesia, sehingga sulit dimengerti.

Berkali-kali ditanya, jawabannya selalu menggunakan bahasa daerah Jatim. Tak ayal, hal tersebut membuat petugas berang. Karena petugas sudah mulai marah, akhirnya Musahal bicara dalam Bahasa Indonesia dan memberikan Kartu Tanda Penduduknya (KTP).

Ketika pertanyaan berlanjut, Musahal kembali menggunakan bahasa daerah. Ulahnya yang berpura tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia itu tentu semakin membuat petugas, bahkan wartawan ikut berang.

Karena melihat orang-orang di sekitarnya mulai marah dengan ulahnya, akhirnya si kakek bau tanah ini menangis tersedu-sedu, menyalami dan menciumi tangan para petugas dan wartawan serta berjanji tidak akan mengemis lagi di Kota Singkawang.

Setelah mendapatkan data lengkap mengenai pengemis asal Sumenep yang mengaku baru satu hari di Singkawang dan tinggal di sekitar RSUD Abdul Azis tersebut, para petugas Satpol PP langsung mengantarkannya naik bus jurusan Pontianak.

Karyadi mengatakan, data-data Musahal sudah dikoordinasikan ke Satpol PP Pontianak untuk memantau keberadaan Musahal ini, apakah langsung pulang ke daerahnya atau mampir lagi ke daerah lain.

Musahal ini ditengarai dikoordinasi atau dimobilisasi semacam sindikat, termasuk pengemis-pengemis lainnya yang sengaja didatangkan ke Kalbar. “Masyarakat Kalbar yang murah hati dan toleransi, menjadi daya tarik bagi para pengemis itu datang dari luar Kalbar,” jelas Karyadi.

Pendapatan para pengemis tersebut, ungkap Karyadi, cukup besar. Dari pengakuan Musahal, per hari mampu memperoleh Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. “Mereka ini juga mempunyai rekening, makanya saya imbau masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengemis ini, karena sama saja kita memberdayakan orang malas (orang yang mengoordinasi pengemis, red),” ingatnya.

Karyadi mengatakan, Kepala Satpol PP se-Kalbar sudah berkoordinasi untuk menangani para pengemis dari luar daerah seperti Musahal ini. “Kita juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor bila di sekitarnya ada pengemis yang berkeliaran,” katanya.

Kepala Satpol PP se-Kalbar, kata Karyadi, sudah menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar melalui instansi terkait, Dinas Sosial (Dinsos) untuk mencarikan solusi agar para pengemis ini tidak beraktivitas di Kalbar. (dik)/www.equator-news.com

Sat Pol PP Bubar Sama Janda

SingkawangSATUAN Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Singkawang ternyata tak hanya garang saat mengawal Peraturan Daerah (Perda) dan kebijakan pemerintah saja. Tetapi juga memiliki rasa humanis yang tinggi. Ini dibuktikan, Sat Pol PP menggelar buka bersama (bubar) bersama janda-janda institusi tersebut, Jum’at (3/8).

“Kita akan menggelar buka bersama, Jum’at (3/8),” tegas Kepala Sat Pol PP Kota Singkawang Karyadi kepada Pontianak Post kemarin. Ia menambahkan, bahwa bubar itu akan dilaksanakan di Markas Sat Pol PP, Jalan Firdaus Rais Singkawang Barat. Tak hanya para personil saja yang diundang, tetapi Sat Pol PP akan melibatkan janda-janda eks pegawai maupun pejabat di lingkup Sat Pol PP Kota Singkawang sebelumnya.

Hal ini dimaksudkan Karyadi untuk menghargai jasa-jasa para suami janda itu, yang telah membesarkan dan membuat Sat Pol PP bisa eksis seperti sekarang ini. “Kita akan buka bersama dengan para janda-janda yang suaminya adalah para pendahulu di Sat Pol PP. Kita akan selalu mengingat dan mengenang jasa mereka,” kata suami dari Istri Handayani, Kabid Infokom, Dishubkominfo Singkawang ini.

Selain buka puasa bersama, rencananya Sat Pol PP Singkawang juga akan memberi tali asih kepada para janda-janda tersebut. Ini dikarenakan untuk mengenang jasa dan budi baik para pendahulu Sat Pol PP Kota Singkawang. Jelang akhir lebaran, kegiatan buka puasa banyak dilakukan. Selasa (31/8) lalu, selain di Kediaman Wakil Wali Kota Singkawang, di Jalan M. Suni 2 Condong, Singteng kantornya Aliansi LSM Perintis Singkawang juga menggelar buka bersama. Syafiuddin Sekjen Aliansi LSM Perintis mengatakan, buka puasa bersama ini dilaksanakan bersama anak yatim piatu. (ody)

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=38484
http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=1137

Sat Pol PP Bubar Sama Janda

SingkawangSATUAN Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Singkawang ternyata tak hanya garang saat mengawal Peraturan Daerah (Perda) dan kebijakan pemerintah saja. Tetapi juga memiliki rasa humanis yang tinggi. Ini dibuktikan, Sat Pol PP menggelar buka bersama (bubar) bersama janda-janda institusi tersebut, Jum’at (3/8).

“Kita akan menggelar buka bersama, Jum’at (3/8),” tegas Kepala Sat Pol PP Kota Singkawang Karyadi kepada Pontianak Post kemarin. Ia menambahkan, bahwa bubar itu akan dilaksanakan di Markas Sat Pol PP, Jalan Firdaus Rais Singkawang Barat. Tak hanya para personil saja yang diundang, tetapi Sat Pol PP akan melibatkan janda-janda eks pegawai maupun pejabat di lingkup Sat Pol PP Kota Singkawang sebelumnya.

Hal ini dimaksudkan Karyadi untuk menghargai jasa-jasa para suami janda itu, yang telah membesarkan dan membuat Sat Pol PP bisa eksis seperti sekarang ini. “Kita akan buka bersama dengan para janda-janda yang suaminya adalah para pendahulu di Sat Pol PP. Kita akan selalu mengingat dan mengenang jasa mereka,” kata suami dari Istri Handayani, Kabid Infokom, Dishubkominfo Singkawang ini.

Selain buka puasa bersama, rencananya Sat Pol PP Singkawang juga akan memberi tali asih kepada para janda-janda tersebut. Ini dikarenakan untuk mengenang jasa dan budi baik para pendahulu Sat Pol PP Kota Singkawang. Jelang akhir lebaran, kegiatan buka puasa banyak dilakukan. Selasa (31/8) lalu, selain di Kediaman Wakil Wali Kota Singkawang, di Jalan M. Suni 2 Condong, Singteng kantornya Aliansi LSM Perintis Singkawang juga menggelar buka bersama. Syafiuddin Sekjen Aliansi LSM Perintis mengatakan, buka puasa bersama ini dilaksanakan bersama anak yatim piatu. (ody)

http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=38484
http://www.singkawang.us/modules.php?name=News&file=article&sid=1137

Satpol PP Siap Tertibkan Pelajar, PNS Mangkir, Walet dan Biliar

Senin, 22 Februari 2010 , 09:40:00


SINGKAWANG -- Setelah sukses melakukan razia gelandangan dan pengemis yang telah mengganggu kenyamanan masyarakat singkawang, Sat Pol PP Kota Singkawang di bawah Komando Karyadi, juga telah mempersiapkan agenda dan pendataan penertiban badan usaha dalam rangka peningkatan PAD Kota Singkawang. Selain itu, Sat Pol PP Kota Singkawang tengah mempersiapkan langkah-langkah penertiban anak-anak sekolah yang sangat marak, di warnet, bilyar, serta tempat-tempat hiburan pada saat jam belajar.

“Berdasarkan keinginan masyarakat, yang menginginkan pelayanan yang optimal dari Pemerintah Kota Singkawang, serta menindak lanjuti penertiban PNS beberapa waktu yang lalu, untuk itu Sat Pol PP Kota Singkawang, telah memprogramkan penertiban PNS yang melalaikan tugas dan tanggung jawabnya,” tegas Kepala Sat Pol PP Singkawang Karyadi kepada Pontianak Post. “PP nomor 6 tahun 2010 telah menegaskan, bahwa Sat Pol PP mempunyai tugas dan kewenangan dalam penertiban aparatur. Sedangkan Badan Kepegawaian, melakukan pembinaan aparat. Dan inspektorat memberikan sanksi bilamana PNS lalai melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya,” kata Karyadi menegaskan kembali.

Kata Karyadi, rapat koordinasi persiapan penertiban sudah terjadwalkan. Walaupun kegiatan Sat Pol PP akhir-akhir ini begitu padat. Namun demi tugas dan tanggung jawab, menurutnya, hal tersebut harus tetap dipersiapkan dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, profesional dan berkelanjutan. “Dengan semakin banyaknya masyarakat yang menuntut pelayanan yang cepat dan optimal dari Pemkot Singkawang ini, maka sungguh tidak semestinya pada jam-jam kerja masih ada PNS Kota Singkawang yang malah kongkow-kongkow di warung kopi atau belanja di Pasar Beringin atau Pasar Ikan serta di berbagai swalayan di Kota Singkawang,” tegasnya. Karyadi menjelaskan, menindaklanjuti laporan dan pendataan dari Intelejen Sat Pol PP menemukan beberapa tempat mangkir PNS pada jam-jam kerja. “Sat Pol PP akan segera melakukan penertiban. “Langkah langkah sudah kita persiapkan, agar (razia) tidak bocor dan kita upayakan bilamana Sat Po PP bergerak dalam penertiban tersebut, PNS yang terjaring tidak akan bisa berkilah, lari dan membohongi petugas,” tegas Karyadi.

Menurut dia, evaluasi dalam penertiban PNS beberapa waktu yang lalu, dimana PNS yang terjaring dan dilakukan pendataan oleh petugas di tempat kejadiaan menjadi tontonan gratis di tengah-tengah masyarakat. “Hal ini membuat malu pada PNS yang tertangkap, maka dari itu Sat Pol PP dalam penertiban kali ini akan berupaya PNS yang ditertibkan, kita angkut dan kita data di kantor Sat Pol PP supaya tidak menjadi tontonan masyarakat,” imbuh Karyadi. Menurutnya, guna kelancaran penertiban tersebut, Sat Pol PP akan tetap berkoordinasi dan bergabung dengan Polres Singkawang dan TNI dalam setiap penertiban. Hal tersebut sebagai bentuk kekompakan dan kerjasama yang harmonis sesama aparat di Kota Singkawang.

“Selanjutnya, bila ada kendaraan milik Pemkot Singkawang yang juga dipakai belanja dan di parkir di pasar atau di warung kopi pada jam kantor, sedangkan PNS-nya ngumpet, maka kendaraan itu akan kita angkut ke kantor juga,” tegasnya. Anggota Sat Pol PP dalam penertiban mendapat pembekalan khusus juga akan tetap bertindak tegas, profesional dan santun serta tidak akan pandang bulu dan tidak akan membedakan. “Apakah itu guru, dokter, staf maupun pejabat eselon II, III maupun IV bila terjaring dalam penertiban ini akan diperlakukan sama,” katanya. Karyadi berharap, bila pergi kemanapun pada saat jam-jam kerja agar membawa surat tugas atau surat lainnya yang berlaku sebagaimana mestinya.

Selain penertiban di tempat umum, Sat Pol PP juga telah mempersiapkan berbagai langkah penertiban PNS pada jam kerja di kantor-kantor. Lanjut Karyadi, karena menurut intelejen Sat Pol PP banyak ditemukan PNS yang tinggalnya di luar Kota Singkawang, hari Senin datangnya terlambat. Sedang hari Jum’at atau hari kejepit, PNS tersebut dengan enaknya tanpa ada rasa malu pulang ke kampung halamannya, sedangkan rekan-rekannya masih dengan rajinnya tetap melaksanakan tanggung jawab, dalam melayani masyarakat Singkawang. “Untuk itu sudah selayaknya PNS tersebut kita tertibkan,” tegasnya. “Dalam waktu dekat ini kami segera akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP Sambas dan Bengkayang yang banyak ditemukan pada jam-jam kerja. PNS tersebut santai-santai di Kota Singkawang. Karena dalam pendataan akhir-akhir ini kami dibuat terkecoh.

Di enam titik tempat PNS berkumpul, informasi dari sumber Sat Pol PP, mengatakan banyak PNS Singkawang berkumpul di tempat tertentu. Namun setelah anggota kami mendekat, mereka jadi tersenyum masam, sebab tempat tersebut tempat kumpulnya PNS kabupaten tetangga,” pungkas Karyadi. Sementara itu, salah satu warga yang enggan namanya dikorankan, menyambut baik, langkah yang akan ditempuh oleh Sat Pol PP Kota Singkawang. Dia menilai, masalah tersebut memang sudah lama terjadi. “Jadi, jangan dibiarkan. Karena aparat pemerintah digaji dengan uang negara. Sudah seharusnya mereka memberikan pelayanan yang terbaik, kepada masyarakat. Bukan malah sebaliknya, minta dilayani dan selalu nongkrong di luar kantor, pada saat jam-jam kerja,” katanya. Ia menambahkan, jika PNS mangkir, dan nongkrong di luar kantor pada jam-jam kerja, maupun pulang kampung seenaknya, maka akan mengganggu kreativitas dan mentalitas aparat pemerintah itu sendiri. “Beri tindakan tegas dan efek jera. Agar ini tidak selalu terulang. Kita ingin Pemkot Singkawang benar-benar bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” tuntasnya. (ody)
www.pontianakpost.com

Imlek 2562, Sat Pol PP Singkawang Gelar Penertiban

Kamis, 03/02/2011 [00:23:47]

Singkawang,Radar Online
Polisi Pamong Praja Kota Singkawang Kalimantan Barat dalam menyambut Perayaan Imlek 2011 menggelar penertiban PKL disejumlah titik-titik ruas jalan yang kiranya cukup mengganggu arus lalu lintas. Salah satu lokasi yang ditertibkan adalah, PKL di simpang bundaran pohon beringin Jalan Pangeran Diponegoro, di simpang Eks BNI Kota Singkawang. Disitu, polisi pamong praja melakukan penertiban pedagang yang menjual ranting-ranting kayu.

Menurut kasat Pol PP Kota Singkawang, Karyadi, penertiban yang kami lakukan ternyata diterima oleh para pedagang yang berjualan di simpang bundaran pohon beringin Eks BNI. Hingga sekarang, para pedagang sudah tidak lagi berjualan disitu,” kata Karyadi.

Karyadi menambahkan, bahwa para pedagang telah menanamkan sikap untuk menjalin kemitraan kepada Pemerintah. Maka dari itu, sehubungan dengan perayaan Imlek pada tahun ini dirasakan sangat meriah, seiringan juga para wisatawan maupun mancanegara yang sangat meresponnya.

“Kepada para pedagang, saya ingatkan untuk tidak menjual dagangannya ditempat-tempat yang dilarang oleh pemerintah. Silahkan berjualan ditempat yang lebih aman, yang kiranya tidak menggangu masyarakat,” ujarnya. (Udin Subari/U,deny)

SAT POL PP SINGKAWANG - BENGKAYANG JALIN KERJASAMA


Singkawang, 20 April 2011

Menindak lanjuti hasil pertemuan antara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja khususnya di Singkawang, Bengkayang dan Sambas, telah disepakati antara Satuan POL PP tiga daerah kabupaten/kota tersebut akan menjalin kerjasama di bidang Ketertiban Umum dan Peningkatan SDM.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Singkawang, Karyadi, Selasa (19/4) mengatakan “ Dari hasil pertemuan yang dilakukan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja baik di Provinsi Kalimantan Barat maupun di kota Singkawang yang dilakukan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Singkawang dan Kabupaten Bengkayang maka dilakukan beberapa hal kerjasama dan diharapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Singkawang memberikan beberapa masukan atau memberikan pangajaran khususnya dalam meningkatkan peranan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkayang yang sekarang dididik di Dodik Pasir Panjang Kota Singkawang,”kata Karyadi.

Lebih lanjut ia menjelaskan Satuan Polisi Pamong Praja merupakan salah satu alat negara khususnya pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi penegakan Perturan Daerah (Perda), pemeliharaan stabilitas ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Menindaklanjuti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 maupun PP Nomor 62 tahun 2010 maka Satuan Polisi Pamong Praja membantu Kepala Daerah dalam menegakkan Perda maupun ketertiban umum dan ketemtraman masyarakat.Tugas Satuan Polisi Pamong Praja ini melingkupi ada 5 poin yaitu yang pertama penegakan Perda 30 persen, yang kedua meyelenggarakn ketertiban umum 20 persen, yang ketiga memelihara ketentraman masyarakat 20 persen, yang keempat memberikan perlindungan masyarakat 20 persen dan yang kelima melaksanakan tugas lain yang diberikan Petugas Daerah, Keputusan Kepala Daerah 10 persen jadi total 100 persen.

Adapun kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja ini meliputi beberapa hal disamping juga diharapkan nanti Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkayang diharapkan akan mengetahui dan mempertanggungjawabkan apa-apa tugas selaku Satuan Polisi Pamong Praja baik tugas maupun kewenangannya oleh sebab itu dalam melakukan tugas dan kewenangannya harus mempunyai dasar sesuai dengan aturan yang ada.

Adapun kewajiban Satuan Polisi Pamong Praja menjunjung tinggi norma hukum , agama dan HAM serta norma sosial lainnya dilingkungan masyarakat. Yang kedua mentaati disiplin PNS dan kode etik pol pp, membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat yang dapat menggangu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, melporkan kepada Polri atas ditemukannya atau patut diduga adanya tindakan pidana, menyerahkan kepada PPNS Daerah atas ditemukannya atau patut diduga adanya pelanggaran terhadap perda atau Peratuaran Kepala Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja wajib mengikuti pendidikan dan pelatiahan teknis dan fungsional Satuan Polisi Pamong Praja serta Satuan Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas fungsinyanya wajib menerapkan prinsip berkoordi dan intergrasi baik secara vertikal maupun horizontal.
Setiap pimpinan operasi dalam lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi/Kabupaten/Kota bertanggung jawab memimpin, membimbing, mengawasi, memberikan petunjuk bagi pelaksanaan tugas dan wewenang dan bila terjasdi penyimpanagn dapat mengambil langkah yang diperluikan sesuai ketentuan Perundang-undangan setiap unsur pimpinan pada unit kerja wajib mengikuti dan mengetahui petunjuk dan bertanggung jawab pada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.“Materi-materi ini merupakan materi yang akan disampaikan dalam mengisi acara pelatihan sumber daya manusia di Satuan Polisi Pamong Praja yg baru menjadi Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkayang,” jelas Karyadi. (ed
Media Center / www.hubkominfo.singkawangkota.go.id

SAT POL PP KOTA SINGKAWANG GELAR RAZIA ORANG GILA



Singkawang, 26 April 2011

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Singkawang menggelar razia orang gila di Kota Singkawang, Selasa (26/4).

Razia ini merupakan kegiatan rutin dalam pembinaan khususnya penertiban orang gila.Satuan Pol PP selama ini dalam penertiban orang gila sangat terbantu dengan adanya laporan dari masyarakat yang peduli secara langsung bersama-sama Pol PP untuk menangkap dan mengantar kerumah sakit jiwa.“Kita berharap Kota Singkawang sebagai kota pariwisata benar-benar terbebas dari orang gila,jadi orang gila yang membuat masyarakat resah tidak ada lagi, sehingga wisatawan dari dalam maupu luar negri datang singkawang dapat menikmati kunjungannya ke singkawang,”kata karyadiIa berharap dengan adanya kegiatan rutin Satpol PP ini, orang-orang gila yang mengganggu dimasyarakat ini bisa segera diatasi.Kegitan ini juga sangat dibantu oleh Rumah Sakit Jiwa Mayasofa sebagai tempat untuk merawat orang gila yang terjaring razia, tambah Karyadi.Dalam razia tersebut tidak ditemukan adanya orang gila yang sedang berkeliaran di Kota Singkawang.
Media Center/www.hubkominfo.singkawankota.go.id

SATPOL PP SINGKAWANG-BENGKAYANG SIDAK GALIAN C

KomInfo( Rabu, 14 Juli 2010)

Tim Gabungan Satu an Polisi Pamong Praja Singkawang ( SaTPol PP singkawang ) dengan Satuan Polisi Pamong Praja Bengkayang ( SatPol PP Bengkayang) melakukan pembongkaran dan pembakaran terhadap Pondok yang digunakan pekerja penggalian liar untuk beristirahat dilokasi pantai tempat mereka melakukan aktivitas galian C (Pasir) ilegal , di wilayah perbatasan Singkawang-Bengkayang, selasa (13/7) yang dipimpin langsung oleh Kasat Pol PP kota Singkawang Karyadi bersama Kasat Pol PP kab. Bengkayang Edward Haris.

Saat petugas tiba dilokasi tidak ada lagi pekerja yang melakukan aktivitas diduga hal ini sudah diketahui sebelumnya bahwa akan diadakan razia, disekitarnya terdapat beberapa bunggukan pasir yang siap di angkut sepertinya aktivitas tersebut dilakukan pada malam hari, selain itu juga beberapa barang milik pekerja yang ditemukan petugas yang masih tertinggal diamankan sebagai barang bukti .



Sementara itu dua truck yang melakukan aktivitas digalian C dilokasi pantai diamankan dipolsek singkawang selatan “truknya kita amankan di polsek singkawang selatan” tegas kasat samapta polres singkawang AKP sunarno kemarin (12/7) yang didampingi oleh kasat intel polres singkawang AKP Oon Sudarman. Dua truk yang ditahan, satu berisi pasir dengan nomor KB 9185 D, dan yang satunya masih kosong dengan nomor KB 9173 CA
Media Center/ www.hubkominfo.singkawangkota.go.id