Kerja kerAS, kerja ikhlAS dan kerja tuntAS....3 KARTU AS dalam meraih kesuksesan.
Tampilkan postingan dengan label kumpulan kegiatan di mata Media Massa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan kegiatan di mata Media Massa. Tampilkan semua postingan
Minggu, 04 Januari 2015
Misteri Air Sungai Singkawang
Singkawang,3-1-2015
Misteri berubahnya warna air Sungai Singkawang menjadi pink atau merah jambu hingga Senin (4/8) ini, belum terungkap. Warna air yang biasanya cokelat cenderung hitam pekat dan berbau tak sedap, berubah menjadi pink. Keanehan ini sudah terjadi satu minggu terakhir.
Penelusuran di lokasi siang ini, warna air mulai berubah sejak dari kompleks Pasar Baru Singkawang, hingga Pasar Kuala sepanjang kurang lebih 2 kilometer. Warna air yang pekat terlihat sangat jelas jika dilihat dari jembatan di Jalan Pasar Turi, Jalan Setia Budi, Jalan Budi Utomo, dan Jembatan Agen di Jalan Merdeka.
Namun sejauh pengamatan di lokasi itu, belum ada tanda-tanda sumber yang menyebabkan air Sungai Singkawang berubah warna.
Sebelumnya diberitakan Sekretaris Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Singkawang, Karyadi mengatakan, pihaknya belum mengetahui pasti apa yang menyebabkan warna Sungai Singkawang berwarna pink. Juga belum bisa memastikan, apakah itu berbahaya bagi warga atau tidak. "Kita tetap mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan air warna pink tersebut, bahkan sebisa mungkin jangan sampai bersentuhan dengan kulit," ujarnya.
Alfa, warga yang tinggal di bantaran sungai pun mengaku tidak tahu apa penyebab air sungai bisa berubah warna. Alfa merasa khawatir dengan dampak negatif yang ditimbulkan dari perubahan warna tersebut.
"Selama ini belum pernah terjadi, agak khawatir juga kita, bisa saja ini menimbulkan penyakit," ujar Alfa.
Warga lainnya yang tinggal di bantaran sungai berharap supaya pihak yang berwenang bisa mengecek dan turun langsung ke lapangan. "Harus ditelusuri, ini tanggung jawab siapa. Kemungkinan mengandung zat berbahaya," ujar warga tersebut.
Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Singkawang, Jayadi mengatakan, kondisi air Sungai Singkawang sudah di atas ambang normal. "Seharusnya dari dinas tekait turun tangan. Tapi sejauh ini penanganan teknis belum muncul dari pihak terkait," ujar Jayadi.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Singkawang, Libertus Merep mengaku masih belum berani berasumsi apakah perubahan warna air sungai itu berbahaya atau tidak.
"Sejauh ini kita masih melakukan pemantau, namun belum menelitinya. Kita terkendala tidak adanya perangkat laboratorium. Jadi kita masih menduga, jika itu limbah. Tapi kita belum bisa pastikan limbah apa, yang jelas asumsi dasar kita terjadinya warna pink itu karena limbah", ujar Libertus.
Libertus menegaskan, kemungkinan berubahnya warna air sungai bukan karena fenomena alam. Pihaknya juga akan menguji secara khusus kandungan unsur senyawa kimia apa saja yang menyebabkan warna pink tersebut.
"Uji laboratorium membutuhkan waktu sekitar dua minggu, karena harus dibawa ke laboratorium khusus lingkungan hidup yang terakreditasi. Waktu yang dibutuhkan memang lama, karena harus antre, dan laboratorium itu hanya ada di Pontianak," ujar Libertus.
(Yohanes Kurnia Irawan, Kompas.com)
Kamis, 11 Juli 2013
SATPOLPP SINGKAWANG TERTIBKAN PEDAGANG BUAH BANDEL
Kamis, 16 September 2010 01:11 WIB | 1390 Views
Singkawang (ANTARA News) - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Singkawang akan menertibkan pedagang buah musiman yang berjualan di tepi Jalan Raya Sakok, Singkawang Selatan.
"Pedagang musiman sebelumnya sudah beberapa kali diberi peringatan," kata Kepala Sat Pol PP Kota Singkawang, Karyadi, Rabu.
Ia menjelaskan, kawasan tempat berjualan para pedagang itu merupakan pintu gerbang selamat datang ke Kota Singkawang.
Selain membuat kumuh kota, kata Karyadi, juga sangat mengganggu para pengguna jalan. "Sat Pol PP telah menerima masukan dari masyarakat, terkait para pedagang-pedagang musiman tersebut," kata Karyadi.
Buah yang digelar hingga ke tepi jalan, kata dia, sudah mengganggu arus lalu lintas jalan raya.
Apalagi, lanjutnya, tempat yang mereka jadikan untuk berjualan merupakan jalan penghubung luar kota serta rawan kecelakaan.
"Sebagai aparat pemerintah menindaklanjuti laporan masyarakat," katanya.
Sehari sebelumnya, Satpol PP Kota Singkawang telah menertibkan para pedagang yang berjualan di sekitar pintu gerbang selamat datang itu karena dianggap telah mengganggu arus lalu lintas.
Penertiban dilakukan oleh sekitar 30 anggota Sat Pol PP dipimpin oleh Kasi Satpol PP, Usman BS.
Dalam penertiban itu sempat terjadi adu mulut antara dengan pedagang. Namun penertiban tetap berlangsung aman tertib dan lancar.
Ia berharap kepada para pedagang musiman untuk berjualan di tempat yang sudah disediakan, di Pasar Beringin atau di Pasar Ikan. Karyadi mengingatkan kepada pedagang buah musiman jangan lagi membandel.
Timin, salah seorang pedagang buah mengatakan lokasi di sekitar pintu gerbang selamat datang sangat strategis untuk berjualan.
"Banyak pengendara berlalu lalang," katanya. Timin menyadari kalau tempatnya berjualan itu dilarang oleh Pemkot Singkawang.http://www.antaranews.com/news/220699/satpol-pp-singkawang-tertibkan-pedagang-buah-bandel
Buah yang digelar hingga ke tepi jalan, kata dia, sudah mengganggu arus lalu lintas jalan raya.
Apalagi, lanjutnya, tempat yang mereka jadikan untuk berjualan merupakan jalan penghubung luar kota serta rawan kecelakaan.
"Sebagai aparat pemerintah menindaklanjuti laporan masyarakat," katanya.
Sehari sebelumnya, Satpol PP Kota Singkawang telah menertibkan para pedagang yang berjualan di sekitar pintu gerbang selamat datang itu karena dianggap telah mengganggu arus lalu lintas.
Penertiban dilakukan oleh sekitar 30 anggota Sat Pol PP dipimpin oleh Kasi Satpol PP, Usman BS.
Dalam penertiban itu sempat terjadi adu mulut antara dengan pedagang. Namun penertiban tetap berlangsung aman tertib dan lancar.
Ia berharap kepada para pedagang musiman untuk berjualan di tempat yang sudah disediakan, di Pasar Beringin atau di Pasar Ikan. Karyadi mengingatkan kepada pedagang buah musiman jangan lagi membandel.
Timin, salah seorang pedagang buah mengatakan lokasi di sekitar pintu gerbang selamat datang sangat strategis untuk berjualan.
"Banyak pengendara berlalu lalang," katanya. Timin menyadari kalau tempatnya berjualan itu dilarang oleh Pemkot Singkawang.http://www.antaranews.com/news/220699/satpol-pp-singkawang-tertibkan-pedagang-buah-bandel
Satpol PP Terus Bidik PNS yang Nongkrong di Warkop
Kamis, 14 Juli 2011
SINGKAWANG. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang berpatroli rutin di beberapa tempat yang dijadikan tempat nongkrong bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada jam kerja seperti Warung Kopi (Warkop), Pasar dan Minimarket.
"Patroli terhadap PNS yang tidak menaati jam kerja ini dilakukan secara berkelanjutan," kata Karyadi, Kepala Satpol PP Kota Singkawang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/7).
Terhitung sejak awal tahun ini, PNS di Kota Singkawang yang terjaring sedang nongrong di Warkop atau fasilitas umum lainnya ketika jam kerja sekitar 20 orang. "Kita data dan kita berkoordinasi dengan instansi terkait guna memberikan pembinaan kepada PNS itu," terang Karyadi.
Dia menjelaskan, penjaringan bagi oknum-oknum PNS yang tidak mematuhi jam kerja itu demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Tujuannya agar mereka dapat tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, bukan malah nongrong saat jam kerja," ujar Karyadi.
Satpol PP Kota Singkawang terus memantau dan mengindentifikasi beberapa tempat yang dijadikan tempat nongkrong PNS ketika jam kerja, seperti di Warkop, Pasar atau minimarket. Selain itu terus memantau laporan dari masyarakat terkait ulah PNS nakal ini.
"Patroli yang kita lakukan ini bersifat persuasif humanis, artinya bila ditemukan PNS yang nongkrong di warkop pada jam kerja, baik melalui laporan masyarakat atau lainnya, kita akan langsung turun," terang Karyadi.
Kendati razia dan patroli sering dilakukan, masih saja terdapat oknum-oknum PNS yang menghabiskan waktunya di Warkop atau fasilitas umum lainnya pada jam kerja.
Tetapi, menurut Karyadi, bila dibandingkan dengan tahun lalu, ulah PNS seperti itu pada tahun ini jauh lebih sedikit. Hal ini dikarenakan patroli rutin yang berkelanjutan yang diterapkan Satpol PP.
Terpenting, kata Karyadi, berkurangnya PNS yang nongkrong saat jam kerja ini, karena semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mendukung memaksimalkan kinerja PNS. "Selama ini kepedulian masyarakat sangat tinggi, merekalah yang banyak melaporkan kalau ada PNS yang nongkrong di luar jam kerja," pungkasnya. (*)http://mordializm.blogspot.com/2011/07/satpol-pp-terus-bidik-pns-yang.html
SINGKAWANG. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang berpatroli rutin di beberapa tempat yang dijadikan tempat nongkrong bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada jam kerja seperti Warung Kopi (Warkop), Pasar dan Minimarket.
"Patroli terhadap PNS yang tidak menaati jam kerja ini dilakukan secara berkelanjutan," kata Karyadi, Kepala Satpol PP Kota Singkawang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/7).
Terhitung sejak awal tahun ini, PNS di Kota Singkawang yang terjaring sedang nongrong di Warkop atau fasilitas umum lainnya ketika jam kerja sekitar 20 orang. "Kita data dan kita berkoordinasi dengan instansi terkait guna memberikan pembinaan kepada PNS itu," terang Karyadi.
Dia menjelaskan, penjaringan bagi oknum-oknum PNS yang tidak mematuhi jam kerja itu demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Tujuannya agar mereka dapat tetap memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, bukan malah nongrong saat jam kerja," ujar Karyadi.
Satpol PP Kota Singkawang terus memantau dan mengindentifikasi beberapa tempat yang dijadikan tempat nongkrong PNS ketika jam kerja, seperti di Warkop, Pasar atau minimarket. Selain itu terus memantau laporan dari masyarakat terkait ulah PNS nakal ini.
"Patroli yang kita lakukan ini bersifat persuasif humanis, artinya bila ditemukan PNS yang nongkrong di warkop pada jam kerja, baik melalui laporan masyarakat atau lainnya, kita akan langsung turun," terang Karyadi.
Kendati razia dan patroli sering dilakukan, masih saja terdapat oknum-oknum PNS yang menghabiskan waktunya di Warkop atau fasilitas umum lainnya pada jam kerja.
Tetapi, menurut Karyadi, bila dibandingkan dengan tahun lalu, ulah PNS seperti itu pada tahun ini jauh lebih sedikit. Hal ini dikarenakan patroli rutin yang berkelanjutan yang diterapkan Satpol PP.
Terpenting, kata Karyadi, berkurangnya PNS yang nongkrong saat jam kerja ini, karena semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mendukung memaksimalkan kinerja PNS. "Selama ini kepedulian masyarakat sangat tinggi, merekalah yang banyak melaporkan kalau ada PNS yang nongkrong di luar jam kerja," pungkasnya. (*)http://mordializm.blogspot.com/2011/07/satpol-pp-terus-bidik-pns-yang.html
SATPOL PP DAN PLN TERTIBKAN LAYANG - LAYANG
SATPOL PP DAN PLN TERTIBKAN LAYANG - LAYANG
Rabu, 27 April 201102:36 pm |
Pemainan layang-layang dengan menggunakan tali kawat sangat berbahaya bagi pemain itu sendiri dan juga bagi jaringan PLN,.
Kepala Satuan polisi Pamong Praja Kota Singkawang, Karyadi berharap dengan penertiban dan pembinaan ini pemain laying-layang tidak menggunakan tali kawat karena sangat berbahaya “kita berharap kepada pemain laying-layang untuk tidak bermain laying-layang dengan tali kawat serta jangan bermain ditepi jalan raya karena dapat membahayakan pemain laying-layang serta penguna jalan lainnya,”jelas Karyadi
Satuan Polisi pamong Praja Kota Singkawang bekerjasama dengan PLN Cabang Singkawang berupaya untuk mengingatkan kepada pemain layangan supaya betul-betul mengutamakan keselamatan baik dalam permainan itu dan kerawanan-kerawanan listrik.
Sehungga aliran atau pasokan listrik tidak terganggu apalagi sekarang sedang dilaksanakan Ujian Akhir Nasional untuk sekolah menengah pertama, “jangan sampai layang-layang mengganggu aliran listrik sehingga dapat mengganggu aktifitas mesyarakat,”terang karyadi.http://infopublik.layanan.go.id/read/1375/satpol-pp-dan-pln-tertibkan-layang---layang.html
Satuan Polisi pamong Praja Kota Singkawang bekerjasama dengan PLN Cabang Singkawang berupaya untuk mengingatkan kepada pemain layangan supaya betul-betul mengutamakan keselamatan baik dalam permainan itu dan kerawanan-kerawanan listrik.
Sehungga aliran atau pasokan listrik tidak terganggu apalagi sekarang sedang dilaksanakan Ujian Akhir Nasional untuk sekolah menengah pertama, “jangan sampai layang-layang mengganggu aliran listrik sehingga dapat mengganggu aktifitas mesyarakat,”terang karyadi.http://infopublik.layanan.go.id/read/1375/satpol-pp-dan-pln-tertibkan-layang---layang.html
Pol PP dan Panwaslu Singkawang Besihkan Atribut .
SINGKAWANG - Atribut kampanye pasangan calon gubernur maupun Calon Wali Kota Singkawang, masih tampak di beberapa tempat umum di Kota Singkawang Kalimantan Barat, Senin (17/9/2012) pagi. Padahal Senin ini merupakan hari pertama dimulainya masa tenang.
Beberapa di antara alat kampanye Cagub dan Cawako tersebut berupa stiker dan baliho.
Kepala Satpol PP Kota Singkawang, Karyadi menyatakan, saat ini jajarannya bersama Panwaslu Kota Singkawang sedang melakukan penertiban segala macam atribut kampanye yang masih terpasang. Karyadi menegaskan, pihaknya dalam hal ini membantu Panwas dalam penertiban.
“Pemkot Singkawang melalui Satpol PP membantu Panwaslu menertibkan atribut yang mungkin luput dari pantauan Tim Sukses,” ujar Karyadi didampingi Ketua Panwaslu Singkawang, Naseer Nasution, di ruang kerjanya, Senin (17/9/2012) sekitar pukul 09.50 WIB.http://www.infopontianak.com/blog/pol-pp-dan-panwaslu-singkawang-besihkan-atribut/
Kepala Satpol PP Kota Singkawang, Karyadi menyatakan, saat ini jajarannya bersama Panwaslu Kota Singkawang sedang melakukan penertiban segala macam atribut kampanye yang masih terpasang. Karyadi menegaskan, pihaknya dalam hal ini membantu Panwas dalam penertiban.
“Pemkot Singkawang melalui Satpol PP membantu Panwaslu menertibkan atribut yang mungkin luput dari pantauan Tim Sukses,” ujar Karyadi didampingi Ketua Panwaslu Singkawang, Naseer Nasution, di ruang kerjanya, Senin (17/9/2012) sekitar pukul 09.50 WIB.http://www.infopontianak.com/blog/pol-pp-dan-panwaslu-singkawang-besihkan-atribut/
Sedekah Bumi dan Gelar Wayang Kresno Duto
Reyog Ponorogo di Singkawang.
Pepatah bijak. Di situ bumi diinjak, disitu langit dijunjung. Sebagai perantau, menghormati budaya daerah setempat harus dilakukan. Namun tidak serta merta, meninggalkan budaya tanah kelahirannya. Hal itu yang dilakukan warga asal Jawa di Kota Singkawang. Semuanya lebur menyambut pergantian tahun Jawa, 1 Syura.
FAHROZI- Singkawang
Dalam kalender Jawa, tahun baru identik dengan 1 Syuro. Bertepatan dengan tahun baru Hijriah, 1 Muharram. Karena 1 Syuro adalah awal tahun. Menyambutnya, banyak kegiatan yang dilakukan. Dan itu sudah turun menurun. Baik di Jawa sendiri, maupun daerah-daerah yang banyak warga Jawa-nya. Salah satunya sedekah bumi. Ritual ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur, atas semua karunia yang diberikan sang pencipta. Berbagai kegiatan, sifatnya hiburan pun di sajikan untuk berbagai kesenangan dengan seluruh masyarakat.
Seperti yang dilakukan masyarakat Jawa yang kini tingal di Kota Singkawang, tergabung dalam Paguyuban Bhineka Tunggal Ika Nusantara Kota Singkawang. Meski sudah di tanah rantau, mereka tidak melupakan budaya nenek moyang, warga pun melaksanakan kegiatan dalam rangka 1 Syuro.Satu Syuro dalam budaya Jawa merupakan waktu yang ditunggu dan harus dimanfaatkan. Pada saat inilah bagaimana masyarakat Jawa melaksanakan tiga hal, yang merupakan hasil dari bunyi salah satu alat musik tradisional, gamelan.
Yakni Ning, Nang dan Nung. Setelah melakukan tiga hal itu, masyarakat Jawa meyakini, di tahun baru, semua akan bisa dijalani dengan lebih baik, begitu juga dengan sikap dalam kesehariannya dengan orang lain dalam kehidupan.Ketua Paguyuban Bhineka Tunggal Ika Nusantara Kota Singkawang, Karyadi mengatakan tiga kata itu. “Ning” adalah sejenak manusia harus hening. Artinya, bagaimana sebagai manusia, dengan ketenangan dan keiklasan mendekatkan diri pada Yang Maha Pencipta.
Kata “Nang” adalah mengenang apa yang sudah dijalani selama satu tahun lalu. Manusia harus bisa memilah, merangkai dan memilih hal-hal yang bagus untuk hadapi tahun ini. “Apa yang bagus dipertahankan dan ditingkatkan, jika kurang bagus di tahun lalu jangan dilakukan di tahun sekarang,” katanya.“Nung” atau merenung atau interopeksi diri. Manusia harus bisa memeriksa apakah perbuatannya selama ini baik atau tidak. Itu untuk menyusun rencana ke depan dalam menyongsong tahun berikutnya, disertai tekad untuk lebih baik dari tahun kemarin. Karyadi menyebutkan, sebagai ucapan syukur, masyarakat Jawa yang tinggal di Singkawang. Menampilkan berbagai atraksi, yang tujuannya memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus dalam upaya mengenalkan serta melestarikan Seni Budaya Jawa di Kota Singkawang.
“Antara lain Tari Bonang, Kuda Lumping dan Gelaran Reog Ponorogo. Kali ini dua Gelaran Reog Ponorogo disuguhkan kepada masyarakat, satu gelaran merupakan sumbangan dari Wali Kota Singkawang,” katanya. Sementara Ketua Penyelenggara kegiatan, Sudiono menjelaskan kegiatan diselenggarakan bekerjasama dengan masyarakat kelurahan Roban Singkawang Tengah, beserta Paguyuban Bhineka Tunggal Ika Nusantara. Selain atraksi seni budaya Reog Ponorogo dan Kuda Lumping, yang dibawakan oleh Sanggar Bhineka Tunggal Ika Nusantara. Sedekah bumi serta pagelaran wayng kulit semalam suntuh juga dilaksanakan.
“Ungkapan syukur pada Sang Pencipta, kami menyelenggarakan sedekah bumi. Dengan makan tumpeng serta pelengkapnya bersama-sama dengan masyarakat yang hadir yang didahului dengan do’a bersama yang dipimpin Ustadz,” katanya.Ratusan makanan yang terdiri dari tumpeng, kue, buah-buahan serta minuman hasil sumbangan masyarakat sekitar Kelurahan Roban disuguhkan sebagai hidangan dalam sedekah bumi. Selesai sedekah bumi dilanjutkan dengan atraksi Seni Budaya Jawa dari Sanggar Bhineka Tunggal Ika Nusantara, sore hari masyarakat disuguhi Campur Sari dan malam diakhiri dengan do’a bersama serta wayang kulit yang dihadiri Wali Kota Singkawang.
Sudiono, dalam kesempatan itu menyampaikan agar seni budaya Jawa bisa diterima masyarakat Kota Singkawang. Seperti kegiatan l Syuro, ini merupakan adat budaya Jawa. Selain dalam upaya melestarikan seni budaya, nantinya bisa memberikan kontribusi positif dalam menambah kasanah budaya yang ada di Kota Singkawang.“Kita mendukung misi Singkawang ebagai Kota Pariwisata,” katanya.
Penyelenggaraan kegiatan, diprakarsai dan didanai secara swadaya masyarakat yang peduli dengan seni budaya Jawa, seperti perkumpulan tukang sayur, pedagang kaki lima, pedagang pecel lele Lamongan serta perkumpulan-perkumpulan dari berbagai daerah.Di bagian akhir, Wali Kota didampingi Ny Ema Hasan Karman, memotong tumpeng yang diserahkan pada salah satu pinisepuh dan Ki Suripto selaku dalang, dilanjutkan dengan penyerahan wayang kulit Kresno oleh Wali Kota sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit yang mengangkat judul Kresno Duto.(pontianakpost.com)
http://www.pawargo.com/2011/11/sedekah-bumi-dan-gelar-wayang-kresno.html
Aparat Gabungan Tertibkan Tempat Kos di Singkawang
Penulis :
Agustinus Handoko
Selasa, 12 Juni 2012 | 19:25 WIB
SINGKAWANG, KOMPAS.com — Satuan polisi pamong praja bersama polisi dan tentara dari sejumlah kesatuan menertibkan tempat kos di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (12/6/2012). Mereka mendapatkan empat pasangan bukan suami-istri yang berada di dalam satu kamar kos.
Selain itu, tim gabungan yang berjumlah 113 orang itu juga berhasil mengamankan 1 perempuan di bawah umur, 4 lelaki, serta 6 perempuan asal Bengkayang, Pontianak, Singkawang, dan Subang.
Kepala Satpol PP Singkawang Karyadi mengatakan, penertiban itu merupakan tindak lanjut laporan masyarakat. "Kami ingin menciptakan ketenteraman di Singkawang supaya tamu betah berlama-lama berkunjung ke Singkawang," kata Karyadi.
Karyadi menambahkan, penertiban itu tetap mengedepankan asas pembinaan dan menghindari arogansi. "Kami telah memberi teguran secara lisan kepada pemilik tempat kos dan mengimbau masyarakat untuk turut menciptakan ketenteraman di Singkawang," katanya. Aparat Gabungan Tertibkan Tempat Kos di Singkawang
PAD Walet Singkawang Tidak Penuhi Target
ANTARA News
Singkawang (ANTARA News) - Wali Kota Singkawang, Hasan Karman menyatakan pendapatan asli daerah dari usaha walet di daerah itu tidak mencapai target.
"Untuk tahun 2010 khususnya PAD walet, masih nihil," kata Hasan karman di Singkawang, Kamis. Menurutnya itulah faktanya yang terjadi di Kota Singkawang.
Dia menjelaskan tidak mencapainya target PAD dari usaha walet itu, menjadi salah satu alasan banyaknya penemuan BPK RI Perwakilan Kalbar terhadap audit anggaran 2009 yang tidak wajar.
Menurut dia, setiap pengusaha khususnya kepada pengusaha walet hendaknya saling menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah.
Membayar retribusi untuk kontribusi yang masuk didalam PAD Kota Singkawang, merupakan suatu bentuk kemitraan yang baik.
"Apalagi saat ini akan memasuki pergantian tahun, yakni awal 2011, maka diharapkan serta diingatkan kepada pengusaha walet untuk segera membayar pajak kontribusi walet," katanya.
Hasan berharap dengan ditemukannya ketidakwajaran oleh BPK RI tahun 2009, ke depannya untuk segera diperbaiki.
"Hal ini bertujuan, agar ke depannya tidak terjadi lagi penemuan-penemuan yang dapat menimbulkan tidak wajar," katanya.
Wali Kota mengharapkan dengan adanya penemuan yang tidak wajar tersebut, pengusaha walet di Kota Singkawang untuk menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah.
Kasat Polisi Pamong Praja Kota Singkawang Karyadi mengatakan, untuk sekarang sudah dirasakan kecemburuan di masyarakat. Hal ini karena tidak seimbangnya kontribusi PAD dari masyarakat. Sementara PAD dari pengusaha walet hingga akhir 2010, belum mencapai target.
"Bisa dikatakan nihil. Adapun hanya dari IMB saja," katanya.
Karyadi berharap kepada pengusaha walet sebelum berakhirnya tahun 2010, segera membayar retribusi yang sudah ditetapkan melalu peraturan daerah tersebut.
"Ini bertujuan, selain untuk menghindari penemuan dari BPK RI, juga untuk menghindarkan kecemburuan sosial di masyarakat," katanya. (ANT-169/K004)PAD Walet Singkawang Tidak Penuhi Target
Penampung Gepeng di Singkawang Ditangkap Sugeng
| Selasa, 21 Juni 2011
Terkait
Walikota Warning Gepeng “Impor”
Pontianak Menggiurkan jadi Tempat Mengemis
Koordinator Gepeng Diancam Pidana
Gepeng “Muka Lama” Kembali Ditangkap
Penertiban Gepeng Dipusatkan di Vihara
Satuan Pol PP Kota Singkawang mengalihkan perhatian ke aktivitas gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terus meningkat. Terakhir, satuan itu mengungkap dua penampungan besar gepeng.
"Kita sudah amankan dan mewajibkan mereka pulang kampung," kata Kasat Pol PP Singkawang, Karyadi.
Karyadi mengaku, rata-rata gepeng ditampung di sekitar RS Abdul Aziz berasal dari Sumenep, Madura. Ironisnya, mereka dalam kondisi sehat dengan penghasilan per hari mencapai Rp 300 ribu.
Karyadi mengatakan, Pemerintah Kota Singkawang memberikan peringatan keras agar memulangkan mereka siang tadi. Penegasan lain, mereka yang sudah dipulangkan tidak lagi kembali ke kota itu.
Sejak Mei tahun ini, tercatat 34 gepeng dikembalikan ke daerah asal. Dalam proses pengembalian, mereka terlebih dahulu dirawat kemudian diberangkatkan ke Pontianak menuju daerah asal.
Seorang penampung, Masraini di hadapan petugas berjanji tidak lagi mengulang perbuatannya. Janji itu dituangkannya dalam surat pernyataan dengan meterai.
Dia sendiri yang siang tadi mengantarkan para gepeng tersebut kembali ke daerah asal mereka.Penampung Gepeng di Singkawang Ditangkap
Sugeng
Anak Laporkan Ayah Pabrik Arak Digerebek Pol PP
Satpol PP Singkawang mengamankan peralatan yang digunakan untuk membuat arak
Mordiadi
Satpol PP Singkawang mengamankan peralatan yang digunakan untuk membuat dan menampung arak
Singkawang – Biasanya Polri yang merazia minuman keras (miras). Tetapi di Kota Singkawang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menggerebek pabrik arak dan menyita 400 liter minuman memabukkan itu.
“Ini berkat informasi dari salah seorang warga, dia juga anak dari pembuat arak. Tetapi tidak setuju kalau bapaknya terus-menerus memproduksi arak,” kata Drs Karyadi MSi, Kepala Satpol PP Kota Singkawang usai penggerebekan di Kelurahan Sejangkung, Kecamatan Singkawang Selatan, Kamis (10/1).
Berbekas informasi dari anak pembuat arak itu, petugas Satpol PP pun langsung meluncur ke pabrik. “Kita cukup kesulitan sampai ke lokasi pembuatan arak itu karena jaraknya dari jalan raya sangat jauh,” kata Karyadi.
Lokasi pabrik arak itu di atas gunung dan memang sangat memadai untuk memproduksi arak tanpa diketahui masyarakat sekitarnya. “Kalau tidak ada anak pembuat arak itu yang mengantarkan ke lokasi pabrik arak, tentu kita akan sangat kesulitan,” ujar Karyadi.
Setiba petugas Satpol PP, pemilik pabrik arak itu langsung kabur. Pengejaran pun dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil. “Pemiliknya tidak berhasil kita tangkap, kita hanya mengamankan 400 liter arak dari pabrik itu,” ungkap Karyadi.
Arak yang diamankan itu terdiri atas sembilan jeriken dan satu drum plastik biru. Selain itu diamankan pula satu dandang besar yang digunakan untuk memasak arak, termasuk bahan baku pembuatannya. “Semuanya kita angkut ke mobil dan diamankan di Kantor Satpol PP,” kata Karyadi.
Petugas Satpol PP memprediksikan, arak yang disita dari pabrik arak itu baru saja selesai dimasak karena masih panas. Sedangkan nama pemiliknya masih dirahasiakan.
Menurut anaknya, kata Karyadi, pemilik pabrik arak yang tidak lain bapaknya itu sudah lama membuat arak. “Anaknya sudah berkali-kali mengingatkan bapaknya untuk berhenti memproduksi arak, tetapi tidak dipedulikan,” ujarnya.
Masih menurut anaknya, kata Karyadi, bapaknya tidak setiap hari memasak atau membuat arak. “Kalau stoknya masih ada, bapaknya tidak membuatnya, kalau sudah habis baru produksi lagi,” ceritanya.
Karyadi mengaku prihatin atas hal tersebut. Karena masih banyak pembuat arak. Apalagi konsumennya bukan hanya orang tua, anak-anak sekolah pun banyak yang membeli arak untuk pesta bersama teman-temannya.
“Nah ini adalah tanggung jawab kita, bagaimana caranya agar anak-anak kita yang juga sebagai generasi penerus bangsa diselamatkan dari minuman-minuman keras seperti arak,” papar Karyadi. (dik)http://www.equator-news.com/patroli/20130111/anak-laporkan-ayah
Karyadi: Jangan Sampai Anak Didik Bolos Sekolah
Minggu, 2 Desember 2012 12:40 WIB
Share
Tim gabungan dari Pol PP, TNI dan Polri berfoto bersama di depan kantor Satpol PP, usai persiapan pelaksanaan penertiban di beberapa tempat, Jumat lalu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Melihat hasil pembahasan Tim Pembinaan terpadu yang terdiri Satpol PP, Brigif, Rindam, Kodim, POM, Brimob, Auri, Polres, beberapa waktu lalu, Kasatpol PP Singkawang, Karyadi, menyatakan saat ini pihaknya membidik siswa-siswa yang bolos sekolah. Hal itu agar, dapat terlaksananya ketertiban.
"Tempat rekreasi pada jam belajar terus kita pantau agar jangan ada yang bolos. Dukungan sekolah dan orangtua sangat penting," papar Karyadi, Minggu (2/12).
Dia mengingatkan kepada sekolah untuk melakukan pembinaan agar tidak bolos.
"Jangan sampai anak kita tangkap karena membolos, lalu dikeluarkan karna bikin malu sekolah. Ini yang kita kasian," tandasnya.http://pontianak.tribunnews.com/2012/12/02/karyadi-jangan-sampai-anak-didik-bolos-sekolah
Gudang Tua Jadi Tempat Mesum di Singkawang
admin | 2 December, 2012 | 0 Comments
Gudang Tua jadi Tempat Mesum di Singkawang 300x225
Sebuah gudang tua di Jalan Diponegoro yang dijadikan tempat kumpul remaja, Ditengarai dijadikan tempat mesum. Hal itu diakui salah satu ibu rumah tangga yang Datang ke rumah tua tersebut. “Saya juga terkejut ketika melihat anak-anak Bermesraan kemudian melakukan hubungan suami istri.
Mereka suka sama suka. Saya liat sendiri,” kata ibu rumah tangga berumur 40 tahun ini, Kepada Pontianak Post. Menurut ibu rumah tangga ini, gudang tua itu tidak terlihat ada Pintu di depan.
Namun, para remaja ini masuk lewat belakang. “Mereka berkumpul pukul empat sore. Cek aja disana pasti banyak sekali anak-anak. Kasihan, sejak remaja mereka sudah tidak Punya malu untuk berhubungan intim,” kata ibu rumah ini miris.
Selain bercinta, mereka Juga membuat tato. “Semua badan mereka di tato. Kita sangat Khawatir apakah jarum Suntiknya steril dari HIV atau tidak. Bila tidak, dapat dipastikan, Dalam waktu dekat Mereka pasti terinfeksi HIV,” kata dia lagi. Untuk itu, dia meminta Kepada para pihak yang berwenang, untuk segera menertibkan.
Bila perlu, ibu rumah Tangga ini menyarankan agar mendatangi pemiliknya untuk segera merobohkan Bangunan tersebut. “Kasihan remaja ini,”katanya.
Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) Kota Singkawang juga telah menengarai gudang tua tersebut, telah dijadikan sekelompok remaja untuk berbuat mesum. FPI sendiri sudah menyurati Polres Singkawang agar melakukan tindakan.
“Bila remaja tetap masih di situ, kemudian tidak ada tanggapan dari pemerintah atau kepolisian, bisa saja kita melakukan razia kepada remaja penghuni gudang tua itu,” kata sekretaris FPI Kota Singkawang, Muhammad Zen, kepada Pontianak Post, belum lama ini. Sementara itu, kepala Satpol PP Kota Singkawang, Karyadi, mengakui bahwa dia sering didatangi oleh para orang tua, agar anak-anak mereka yang nongkrong atau tidak jelas tujuannya ditangkap.
“Mereka mendukung. Karena mereka sudah dimarahi orang tua, tapi tetap membandel. Jadi, biar kita yang menangkap biar kapok,” kata Karyadi, kepada Pontianak Post, kemarin. Karyadi sendiri memastikan bahwa Satpol PP, TNI, dan Polri terus berupaya agar jangan sampai masa depan anak tersebut suram dan tanpa ada yang jadi panutan.
“Kita akan berkoordinasi soal ini, agar ditertibkan,” katanya. Bukan hanya itu, Karyadi mengatakan bahwa rumah indekos sudah banyak yang disalahgunakan. Penghuninya, menurut dia, seringkali membawa tamu pada tengah malam yang bukan suaminya atau istrinya. “Pemilik kos pun juga perlu memperketat. Banyak tetangga pemilik kost yang komplain agar pemkot menertibkannya,” kata diahttp://dipontianak.com/gudang-tua-jadi-tempat-mesum-di-singkawang.html
Razia Tempat Mesum di Siang Bolong
Tanggal: Tuesday, 05 June 2012
Topik: HIV/AIDS
Harian Equator, 01 Juni 2012
Singkawang – Biasanya razia di tempat-tempat mesum dilakukan pada malam hari. Kali ini 133 personel gabungan Satpol PP, Kodim, Briegif, AURI, Polres, Rindam, Subdenpom, dan Brimob Singkawang beraksi di siang bolong.
“Sebanyak 112 wanita yang diduga Penjaja Seks Komersil (PSK) bersama 14 pengasuhnya, kita temukan di 14 tempat mesum di Kota Singkawang,” kata Karyadi, Kepala Satpol PP Kota Singkawang usai Patroli Pembinaan Bersama Penanggulangan Masalah Sosial, Kamis (31/5) siang.
Karyadi mengungkapkan, sebagian besar wanita yang ditemukan di tempat-tempat mesum itu dari luar Kota Singkawang. “Sebagian besar mereka mengaku dari Jawa Timur dan Jawa Barat,” katanya.
Bahkan di antara yang terjaring itu, terdapat wanita berusia 16 tahun yang baru melahirkan dalam suatu kamar. Usia kelahirannya belum genap 30 hari. “Wanita ini beserta pengasuhnya kita bawa ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangan,” kata Karyadi.
Sementara wanita-wanita lainnya yang terjaring di tempat-tempat mesum itu hanya didata dan diberikan pembinaan. “Kita mengharapkan para wanita yang kita data ini bisa memilih pekerjaan lainnya,” ujar Karyadi.
Patroli bersama ini, kata Karyadi, memang untuk mendata warga-warga berisiko tinggi tertular penyakit kelamin seperti HIV/AIDS dan lainnya. “Ini untuk mempermudah dalam melakukan pembinaan, serta sosialisasi mengenai penyakit menular HIV/AIDS,” jelasnya.
Hal ini, tambah dia, sesuai dengan arahan Dirjenhum Kemendagri dan Kementerian Kesehatan, bersepakat agar Satpol PP seluruh Indonesia mendukung program dinas kesehatan untuk mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS.
Selain untuk pembinaan terhadap orang-orang berisiko tinggi terjangkit HIV/AIDS itu, kata Karyadi, patroli bersama ini juga untuk merazia oknum PNS Pemkot Singkawang yang suka pergi ke tempat-tempat mesum.
Hal ini sesuai dengan arahan langsung dari Sekda Kota Singkawang Syech Bandar. Jika memang ditemukan oknum PNS di tempat mesum akan ditangkap dan diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau memang ada oknum PNS dari luar Singkawang, akan kita serahkan ke daerah masing-masing untuk diproses sesuai aturan. Ini merupakan kesepakatan Satpol PP seluruh Kalbar,” tegas Karyadi.
Penderita HIV/AIDS meningkat
Jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Singkawang terus bertambah. Hingga akhir Desember 2011 terungkap 617 kasus, dan pada triwulan pertama 2012 bertambah 45 sehingga menjadi 662 kasus.
“Jumlah ODHA ini merupakan jumlah yang berhasil diungkap Klinik Mawar RSUD Abdul Aziz,” tutur Asnaim, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS Kota Singkawang kepada wartawan, kemarin.
Dari jumlah tersebut sekitar 80 persen tertular melalui hubungan seksual, terutama berhubungan dengan Penjaja Seks Komersil (PSK). Lainnya karena penggunaan jarum suntik narkoba secara bergantian.
Asnaim mengungkapkan, ada beberapa titik di Kota Singkawang yang menjadi sangat rentan sebagai tempat penularan virus penyakit mematikan itu. Di antaranya tempat-tempat hiburan malam yang menawarkan wanita penghibur.
“Mereka yang terinfeksi HIV/AIDS sering tidak menyadarinya. Mereka baru mengetahuinya setelah menjalani pemeriksaan,” katanya.
Untuk pemeriksaan, Pemkot Singkawang khususnya Klinik Mawar terus mendorong warga yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS. Mereka yang riskan dapat langsung datang ke Klinik Mawar, Puskesmas Singkawang Selatan dan Singkawang Tengah.
“Sebenarnya sudah banyak yang tertular, itu fakta yang tidak bisa dibantah. Oleh karenanya kita mendorong agar mereka yang berisiko tinggi memeriksakan diri. Ini sangat penting untuk mencegah penularan lebih lanjut,” kata Asnaim. (dik)http://aids-ina.org/modules.php?name=AvantGo&file=print&sid=6557
Sumber: http://www.equator-news.com
Pol PP Singkawang Libatkan TNI-Polri saat Razia
SINGKAWANG - Kasat Pol PP Singkawang, Karyadi mengungkapkan, tahun ini pihaknya tetap menjalin koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pelaksanaan patroli rutin.
Menurut Karyadi, hal tersebut merupakan bagian dari keharmonisan dan komunikasi nyata sesama instansi pemerintah.
"Aparat yang terdiri dari satpol PP, rindam, AURI, kodim, brimob, polres, cpm dan brigif masuk dalam tim patroli rutin. Selain patroli, kita juga ingin menunjukkan bahwa aparat keamanan di Singkawang rukun dan kompak selalu," katanya kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (12/3/2013).
Karyadi menyatakan, patroli rutin akan kembali dilaksanakan di tahun ini. Selain terjadwal, juga akan dilaksanakan secara dadakan.
"Razia layang-layang, rumah kos serta tempat hiburan malam, akan kita lakukan secara rutin. Tak hanya sekedar razia. Kita juga berikan sosialisasi terkait ketertiban umum kepada masyarakat," jelas Karyadi.
http://twonetnews.blogspot.com/2013/03/pol-pp-singkawang-libatkan-tni-polri.html
Penulis : Nasaruddin
Editor : Arief
Sumber : Tribun Pontianak
DADAK REOG PONOROGO: Meriahkan Apel Hari Infanteri di Singkawang
Monday, 19 December 2011 19:09
SINGKAWANG: Ketua Paguyuban Sanggar Bhineka Tunggal Ika Nusantara Kota Singkawang, Karyadi, menjelaskan dalam rangka Peringatan Hari Infatri dan Kartika Juang tahun 2011 di Singkawang, sanggarnya diberi kesempatan menunjukkan kebolehannya di Makodim Singkawang
Karyadi yang juga Kasat PolPP Kota Singkawang mengatakan kesempatan yang diberikan panitia penyelenggara kepada sanggar Bhineka Tunggal Ika Nusantara merupakan suatu penghargaan.
"Kesempatan tersebut tentunya akan kami manfaatkan sebaik-baiknya dengan menunjukkan atraksi antara lain tarian warok Ponorogo, atraksi Dadak Reog Ponorogo" kata Karyadi, Senin (19/12).
Peserta apel nampak menikmati atraksi yang ditampilkan Sanggar Bhineka Tunggal Ika Nusantara, mereka bersorak sorai dan bertepuk tangan, terlebih disaat atraksi berlangsung Kasdam XII Tanjung Pura Brigjen TNI Robby Wilkadir masuk dalam atraksi tersebut dan naik di atas Dadak, dengan mengikuti irama atraksi yang dimainkan para penabuh.(mc)
Read more: DADAK REOG PONOROGO: Meriahkan Apel Hari Infanteri di Singkawang
http://wartapedia.com/nasional/nusantara/6549-dadak-reog-ponorogo-meriahkan-apel-hari-infanteri-di-singkawang
Senin, 09 Januari 2012
SATPOL PP RAZIA PNS DAN PELAJAR BANDEL

Rabu, 17 Maret
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), melakukan razia tidak hanya terhadap pelajar saja, melainkan juga pegawai negeri sipil (PNS). PNS yang nongkrong di warung kopi pada jam kerja dan masih berseragam dinas menjadi sasaran yang harus dirazia, karena ini erat kaitannya dengan pelayanan public.
Selain di warkop, tuturnya, tak sedikit pegawai yang bermain internet dikala waktu waktu pelayanan publik dilakukan. Sehingga ini akan membuat terganggunya pelayanan kepada masyarakat.
Penertiban tidak hanya dilakukan terhadap para Pegawai Negeri Sipil tetapi juga terhadap para pelajar. Berkaitan dengan gelar razia, setidaknya satu bulan satu kali, sehingga dengan rutinas penertiban tersebut dapat menjadikan para pelajar maupun pegawai negeri lebih terfokus pada tugas utama, bekerja bagi pegawai, dan belajar bagi pelajar.
Kasat Pol PP Kota Singkawang, Karyadi menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan razia, bukan hanya kepada pelajar jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Melainkan juga, merazia pegawai yang suka mangkir kerja, seperti di warung kopi dan tempat lain.
Karyadi menjelaskan, razia PNS yang mangkir sudah diprogramkan. Untuk menjaga kerahasiaan razia, tuturnya, Satpol PP tak bisa memberikan keterangan kapan waktunya.
"Kalau disebutkan, bukan razia namanya, yang jelas pasti ada, jika ada pegawai yang terjaring jelas diproses, kita laporkan pada atasan mereka," jelas Karyadi lagi./http://hubkominfo.singkawangkota.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=217&Itemid=1
Awas! Paku Bertebaran di Jalan Raya Kepala Satpol PP Kota Singkawang Karyadi

Lintas Utara › Singkawang ›
Jumat, 16 Desember 2011
Kepala Satpol PP Kota Singkawang Karyadi memperlihatkan ratusan paku yang ditemukan bertebaran di Jalan Diponegoro
Singkawang – Ratusan paku berukuran satu hingga satu seperempat inci bertebaran di ruas Jalan Diponegoro Singkawang, tepatnya di depan Rumah Sakit Vincentius. Warna paku itu hampir sama dengan warna aspal. Diduga sengaja ditebar orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Belum diketahui apa motifnya, mengapa ditebar dalam waktu yang berbeda tetapi di titik yang sama,” kata Karyadi, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang ditemui di ruang kerjanya, kemarin (15/12).
Karyadi menceritakan, pada Selasa (13/12) lalu, salah seorang pengurus Masjid Agung melaporkan banyak paku yang bertebaran di ruas Jalan Diponegoro. Bahkan dia turut memungut paku tersebut agar tidak membahayakan pengguna jalan.
Setelah Jalan Diponegoro disterilkan dari paku-paku tersebut, kemarin pagi kembali ditemukan paku yang bertebaran di titik yang sama. Bahkan, jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya. “Diduga ditebar pada dini hari atau pagi hari sekali,” ujar Karyadi.
Karyadi mengatakan, sekitar pukul 07.00 baru diketahui kalau di jalan depan Rumah Sakit Vincentius itu banyak paku bertebaran. “Anggota Patroli Satpol PP bersama satpam, tukang becak, dan masyarakat memungut paku-paku itu,” ucapnya.
Diperkirakan, jumlahnya mencapai 300 paku yang berhasil ditemukan dan diamankan. “Masih sulit diduga siapa yang menebar paku tersebut dan apa motifnya. Apalagi setelah kita telusuri, tempat tambal ban sangat jauh dari lokasi ditemukannya paku-paku itu,” ungkap Karyadi.
Atas kejadian ini, Karyadi mengingatkan para pengguna jalan agar berhati-hati. Sementara pihak yang merasa menebar paku imbaunya, hendaknya menghentikan tindakannya yang merugikan orang lain tersebut.
“Kasihan juga kalau pengguna jalan ban kendaraannya bocor, apalagi saat ini musim ujian sekolah, kasihan anak-anak kalau konsentrasinya sampai terganggu gara-gara ban sepeda motornya bocor,” ujarnya. (dik)/http://www.equator-news.com/singkawang/20111216/awas-paku-bertebaran-di-jalan-raya
Waspada Aksi Tebar Paku

Jum'at, 16 Desember 2011 , 06:06:00
SINGKAWANG – Pengendara kendaraan bermotor di Jalan Diponegoro diharapkan waspada. Pasalnya, Satpol PP Kota Singkawang sudah dua kali menemukan paku yang sengaja di sebar di jalan tersebut minggu ini.
Kepala Satpol PP Kota Singkawang Karyadi menyebutkan, sekitar pukul 07.00, kemarin, ketika melakukan patroli, petugas mendapati ratusan paku berukuran 1 Inci di jalan Diponegoro (antara Rumah Sakit Vincentius dan Gereja Katedral). “Ditemukan paku di dua titik, kemudian Petugas langsung mengumpulkan paku-paku itu untuk diamankan. Kemungkinan, penyebaran dilakukan pada malam atau dini hari,” kata Karyadi, Kamis (15/12), kepada wartawan.
Kejadian seperti ini, dikatakan Karyadi, sebelumnya juga terjadi. Tepatnya Selasa (13/12), Paku dengan ukuran 1 ¼ Inci ditemukan di tempat sama. Tetapi jumlahnya, lebih sedikit dari temuan kali ini. Pihaknya pun terus melakukan penyelidikan, apa motif dari pelaku ini. Memang belum ditemukan siapa yang melakukan penebaran paku itu. Kami juga belum mengetahui secara persis, motif apa yang diinginkan dari kejadian ini,” katanya.
Petugas Satpol PP, dalam usaha penyelidikan yang dilakukan, telah mencari tahu dengan menanyai beberapa penambal ban yang berada di sekitar tempat itu. Namun, khususnya dalam minggu ini, tidak menerima penambal ban karena terkena paku.
“Kita sudah menanyakan ke penambal ban juga, tapi mereka tidak menerima orang yang datang ke bengkelnya karena bocor ban terkena paku, jadi kemungkinan tidak dilakukan mereka (tukang tambal ban),” katanya.
Atas kejadian ini, diharapkan setiap pengguna jalan. Terutama yang sedang melintas ke Jalan Diponegoro, lebih waspada. Terlebih lagi, kawasan tersebut termasuk ramai lalu lintas. Serta banyak juga fasilitas umum. “Kepada pelajar, pengunjung RS, serta masyarakat umum, mewaspadai adanya aksi tidak bertanggung jawab ini. Apalagi, paku-paku itu ditemukan pada pagi hari, di saat jam sibuk,” katanya.
Dirinya juga meminta kepada orang yang sengaja menebar paku di jalan raya. Segera menghentikan aksinya. Terlebih lagi, menjelang datangnya Natal dan Tahun Baru Kota Singkawang akan dipadati pengunjung.
“Tahun Baru, biasanya banyak wisatawan berdatangan ke Singkawang. kami mohon untuk hentikan aksi itu, karena bisa merugikan orang lain,” katanya. Ditambahkan Karyadi, kepada masyarakat yang tinggal di dekat jalan raya jika memang menemukan paku atau benda lain yang membahayakan pengguna jalan, sudi kiranya menyingkirkan benda itu. “Kalau keberatan, silakan saja laporkan ke Satpol PP. Kita akan bersedia mengambilnya,” katanya. (fah)/http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5686033040098130520
Pengemis Bau Tanah Nangis Tua ditangkap Satpol PP

Posted on 23:59 by Mordiadi
SINGKAWANG. Pengemis asal Sumenep, Jatim, Musahal menangis tersedu-sedu saat tertangkap basah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang. Bahkan, pria berusia 45 tahun tersebut menyalami dan menyium tangan petugas dan wartawan.
"Pengemis ini ditangkap beserta uang hasilnya mengemis dengan pecahan minimal Rp 1000," ungkap Karyadi, Kepala Satpol PP Kota Singkawang ditemui wartawan usai penangkapan tersebut, Minggu (1/5).
Musahal yang mengenakan baju kaos lengan panjang warna biru bercelana setengah tiang itu ditangkap petugas Satpol PP di daerah Pasiran ketika sedang meminta-minta ke rumah-rumah penduduk pagi kemarin.
Ketika petugas tiba, Musahal sontak kaget dan berupaya kabur dari sergapan. Tetapi dengan sigap petugas Satpol PP berhasil membekuk kakek berbadan segar bugar tersebut.
"Kita mendapatkan informasi dari warga yang resah dengan keberadaan pengemis dari luar Kota Singkawang itu dan meminta agar segera ditertibkan. Mendapatkan laporan tersebut, petugas langsung dikirim untuk menangkapnya," kata Kasatpol PP Karyadi.
Setelah Musahal berhasil dibekuk, para petugas berupaya menanyakan identitas dan sejak kapan beroperasi di Singkawang. Tetapi kakek tersebut malah menjawab bukan dengan Bahasa Indonesia, sehingga sulit dimengerti.
Berkali-kali ditanya, jawabannya selalu menggunakan bahasa daerah Jatim. Tak ayal, hal tersebut membuat petugas berang. Karena petugas sudah mulai marah, akhirnya Musahal bicara dalam Bahasa Indonesia dan memberikan Kartu Tanda Penduduknya (KTP).
Ketika pertanyaan berlanjut, Musahal kembali menggunakan bahasa daerah. Ulahnya yang berpura tidak bisa menggunakan bahasa Indonesia itu tentu semakin membuat petugas, bahkan wartawan ikut berang.
Karena melihat orang-orang di sekitarnya mulai marah dengan ulahnya, akhirnya si kakek bau tanah ini menangis tersedu-sedu, menyalami dan menyiumi tangan para petugas dan wartawan serta berjanji tidak akan mengemis lagi di Kota Singkawang.
Bahkan dia semakin ketakutan ketika petugas berlelucon untuk mengirimnya ke Sambas. Dengan tangannya, Musahal mengekspresikan seperti dirinya digorok. Wajahnya pun kelihatan semakin ketakutan.
Setelah mendapatkan data lengkap mengenai pengemis asal Sumenep yang mengaku baru satu hari di Singkawang dan tinggal di sekitar RSUD Abdul Azis tersebut, para petugas Satpol PP langsung mengantarkannya ke tempat perberhentian bis ke Pontianak.
Karyadi mengatakan, data-data Musahal sudah dikoordinasikan ke Satpol PP Pontianak untuk memantau keberadaan Musahal ini, apakah langsung pulang ke daerahnya atau mampir lagi ke daerah lain.
Musahal ini ditengarai dikoordinir atau dimobilisasi semacam sindikat, termasuk pengemis-pengemis lainnya yang sengaja didatangkan ke Kalbar. "Masyarakat Kalbar yang murah hati dan toleransi, menjadi daya tarik bagi para pengemis itu datang dari luar Kalbar," jelas Karyadi.
Pendapatan para pengemis tersebut, ungkap Karyadi, cukup besar. Dari pengakuan Musahal, per hari mampu memperoleh Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. "Mereka ini juga mempunyai rekening, makanya saya imbau masyarakat untuk tidak memberi uang kepada pengemis ini, karena sama saja kita memberdayakan orang malas (orang yang mengkoordinir pengemis, red)," ingatnya.
Karyadi mengatakan, Kepala Satpol PP se-Kalbar sudah berkoordinasi untuk menangani para pengemis dari luar daerah seperti Musahal ini. "Kita juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor bila di sekitarnya ada pengemis yang berkeliaran," katanya.
Kepala Satpol PP se-Kalbar, kata Karyadi, sudah menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar melalui instansi terkait, Dinas Sosial (Dinsos) untuk mencarikan solusi agar para pengemis ini tidak beraktivitas di Kalbar. (*)/http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5686033040098130520
Satpol PP Singbebas Jalin Kerjasama

Rabu, 20 April 2011 11:18 Nurmala Sari
Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Satpol PP terutama di Singkawang, Bengkayang dan Sambas (Singbebas) telah diadakan beberapa kerjasama yaitu selain kerjasama sesuai dengan tupoksi juga kerjasama dalam bentuk pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan sumber daya manusia di Satuan Polisi Pamong Praja.
Hal di atas diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Singkawang, Karyadi, Selasa, (19/4). Dari hasil pertemuan yang dilakukan Kepala Satpol PP baik di Provinsi Kalimantan Barat maupun di kota Singkawang, oleh Kepala Satpol PP Singbebas.
“Saya diminta sebagai Satpol PP Singkawang untuk memberikan pengajaran dan pelatihan terkait dalam meningkatkan peranan sebagai Satpol PP dan kegiatannya sekarang sedang berlangsung di Dodik Pasir Panjang Kota Singkawang,” kata Karyadi.
Menurutnya hal ini penting karena Satpol PP merupakan salah satu alat negara khususnya pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi penegakan Perturan Daerah (Perda), pemeliharaan stabilitas ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.
Selain itu juga, sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 maupun PP Nomor 62 tahun 2010 maka Satuan Polisi Pamong Praja memiliki tugas membantu Kepala Daerah dalam menegakkan Perda maupun ketertiban umum dan ketemtraman masyarakat.
“Tugas Satpol PP ini mencakup lima poin yaitu yang pertama penegakan Perda 30 persen, yang kedua meyelenggarakn ketertiban umum 20 persen, yang ketiga memelihara ketentraman masyarakat 20 persen, yang keempat memberikan perlindungan masyarakat 20 persen dan yang kelima melaksanakan tugas lain yang diberikan Petugas Daerah, Keputusan Kepala Daerah 10 persen jadi total 100 persen,” tambah Karyadi.
Adapun kewajiban Satuan Polisi Pamong Praja menjunjung tinggi norma hukum , agama dan Ham serta norma sosial lainnya dilingkungan masyarakat. Yang kedua mentaati disiplin PNS dan kode etik pol pp, membantu menyelesaikan permasalahan di masyarakat yang dapat menggangu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, melporkan kepada Polri atas ditemukannya atau patut diduga adanya tindakan pidana, menyerahkan kepada PPNS Daerah atas ditemukannya atau patut diduga adanya pelanggaran terhadap perda atau Peratuaran Kepala Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja wajib mengikuti pendidikan dan pelatiahan teknis dan fungsional Satuan Polisi Pamong Praja serta Satuan Polisi Pamong Praja dalam melaksanakan tugas fungsinyanya wajib menerapkan prinsip berkoordi dan intergrasi baik secara vertikal maupun horizontal.
Setiap pimpinan operasi dalam lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi/Kabupaten/Kota bertanggung jawab memimpin, membimbing, mengawasi, memberikan petunjuk bagi pelaksanaan tugas dan wewenang dan bila terjasdi penyimpanagn dapat mengambil langkah yang diperluikan sesuai ketentuan Perundang-undangan setiap unsur pimpinan pada unit kerja wajib mengikuti dan mengetahui petunjuk dan bertanggung jawab pada atasan masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.
“Materi-materi ini merupakan materi yang akan disampaikan dalam mengisi acara pelatihan sumber daya manusia di Satuan Polisi Pamong Praja yg baru menjadi Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkayang,” pungkas Karyadi./http://borneotribune.com/singkawang/satpol-pp-singbebas-jalin-kerjasama.html
Langganan:
Postingan (Atom)














